sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » ISIS Diduga Gunakan Bom Kimia sebagai Senjata Pemusnah Massal

ISIS Diduga Gunakan Bom Kimia sebagai Senjata Pemusnah Massal



Jakarta – Belum lama ini, para pengamat konflik Timur Tengah dan ahli senjata kimia mengatakan bahwa gas kimia belerang, atau yang dikenal pula dengan nama gas mustard, telah digunakan di dalam pertempuran yang terjadi di Suriah bagian utara.
ISIS Diduga Gunakan Bom Kimia sebagai Senjata Pemusnah Masal
Berdasarkan laporan dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPWC), pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan gas mustard tersebut adalah kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Gas mustard ini terakhir kali terdeteksi di Kota Marea.

Seperti dilansir dari BBC (Sabtu, 7/11/2015), organisasi dokter tanpa batas (MSF) melaporkan bahwa mereka sempat merawat satu keluarga yang mengalami kesulitan bernafas serta kulit yang melepuh setelah sebuah mortar jatuh di rumah mereka. Peristiwa yang terjadi pada 21 Agustus 2015 itu menunjukkan indikasi penggunaan senjata kimia gas mustard.

Setelah ditelusuri, serangan mortar itu berasal dari sebuah desa yang telah dikendalikan oleh ISIS.


Baca juga

Bentrok di Nangarhar, 30 Militan ISIS Tewas Ditangan Pasukan Afganistan

Sempat Ditawan dan Dipaksa Memeluk Agama Islam, Pastor Ini Akhirnya Bisa Lolos

Adapun bom yang diperkuat dengan gas mustard dapat berubah menjadi satu senjata pemusnah massal yang sangat berbahaya. Sebab, selain ledakan yang ditimbulkannya, gas hasil ledakan yang menyebar di udara bisa mengakibatkan sesak nafas, kulit melepuh, kerusakan mata, dan bahkan gangguan organ dalam. (Deni Suroyo – sisidunia.com)