sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » FPI Masih Bersikeras Mengatakan Ahok Telah Lakukan Tindak Korupsi

FPI Masih Bersikeras Mengatakan Ahok Telah Lakukan Tindak Korupsi



Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) kembali melakukan manuver untuk melaporkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan tuduhan tindak pidana korupsi. Menurut FPI, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat kerugian negara yang nilainya mencapai Rp 2 triliun.
FPI Masih Bersikeras Mengatakan Ahok Telah Lakukan Tindak Korupsi
Kerugian negara ini muncul dari tiga kasus, yakni nilai penetapan penyertaan modal dalam proses penyerahan aset Pemprov DKI kepada BUMD Transjakarta, penyerahan aset Pemprov berupa tanah seluas 230 meter untuk apartemen, dan pembelian tanah Rumah Sakit Sumber Waras.

Bersama-sama dengan Laskar Pembela Islam (LPI), FPI mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka semua beramai-ramai untuk mengawal Ketua Front Mahasiswa Islam sayap dari FPI, Ali Alatas.

“Kami bawa bukti audit dari BPK terkait masalah Ahok dan beberapa bukti lainnya,” ungkap Ali Alatas setelah melaporkan Ahok serta menyerahkan sejumlah bukti ke KPK, Jakarta, Jumat (6/11/2015) kemarin.


Baca juga

Bentrok di Nangarhar, 30 Militan ISIS Tewas Ditangan Pasukan Afganistan

Sempat Ditawan dan Dipaksa Memeluk Agama Islam, Pastor Ini Akhirnya Bisa Lolos

Sebelum bergerak ke KPK, sebelumnya FPI telah melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Ahok kepada Polda Metro Jaya. Laporan itu disampaikan pada 7 September 2015 lalu.

Wakil Ketua Umum DPP FPI, KH Ja’far Shodiq, menegaskan bahwa di dalam proses pembelian tanah RS Sumber Waras, telah terjadi penyimpangan yang merugikan negara.

“Gubernur DKI tiga kasus, pertama nilai penetapan penyertaan modal penyerahan aset pemprov kepada PT TJ BUMD Transjakarta nilainya Rp 1,6 triliun. Kemudian penyerahan aset Pemprov berupa luas tanah 230 meter apartemen nilai Rp 8,5 miliar, dan pengadaan RS sumber waras, dijual pihak lain sekarang diambil Pemprov awalnya Rp 15 juta sekarang Rp 20 juta per meter,” ujar Ja’far selepas bertemu dengan Kapolda Metro, Irjen Tito Karnavian, di Polda Metro Jaya, Senin (7/9/2015) silam. (Deni Suroyo – sisidunia.com)