Home » News » Di Solo, Menpora “Dikeroyok” oleh Reporter Cilik

Di Solo, Menpora “Dikeroyok” oleh Reporter Cilik



Solo – Belum lama ini, Menpora Imam Nahrawi, terlihat begitu bersemangat dan antusias ketika menanggapi beberapa pertanyaan dari reporter. Pasalnnya, reporter yang dihadapinya kali ini cukup unik, karena berasal dari anak-anak Sekolah Dasar (SD).
Di Solo, Menpora "Dikeroyok" oleh Reporter Cilik
Reporter cilik yang mewawancarai Menpora tersebut berjumlah tujuh orang, antara lain Dina (H-SCOPE), Dianyca (H-SCOPE), Faiza (primary Global Islamic School), Naila (Al Azhar), Nihaya (SDN Duren Sawit 03), Nisa (At-Taqwa), dan Aulia (At-Taqwa). Mereka semua merupakan anak-anak berbakat hasil seleksi 128 sekolah se-Jabodetabek untuk mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Media Indonesia.

Sebagai salah satu “hadiah” dan sekaligus ujian, tujuh reporter cilik itu diajak Menpora berkunjung ke Solo untuk menghadiri acara Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW). Begiti ada kesempatan wawancara, tujuh reporter tersebut pun mulai “mengeroyok” Menpora dengan berbagai pertanyaan. Seperti apa? Simak yang berikut ini.


1. Kapsul waktu itu isinya tentang apa, Pak ?
Isinya mimpi, aspirasi, dan harapan dari masyarakat yang dikumpulkan dan dijemput di 34 provinsi. Mimpi ini berisi keinginan untuk kejayaan 70 tahun Indonesia ke depan.

2. Mengapa terpikirkan untuk membuat kapsul waktu ?
Kita ingin mimpi dan harapan masyarakat Indonesia ini dapat diketahui, dikenang, diabadikan, dan selanjutnya untuk kita wujudkan bersama-sama mimpi tersebut.

3. Yang mengisi kapsul waktu ini siapa saja, Pak ? Adakah batasan untuk suatu daerah tertentu ?
Pengumpulan mimpi-mimpi dan harapan masyarakat Indonesia di masing-masing provinsi diselenggarakan oleh Panitia Daerah Gerakan Ayo Kerja. Ribuan mimpi itu selanjutnya disaring dan dirumuskan ke dalam 7 (tujuh) mimpi dan harapan dari masyarakat setiap provinsi. Mimpi ini dikumpulkan dari seluruh komponen masyarakat.

4. Untuk mengumpulkan isi kapsul yang berupa harapan tersebut butuh waktu berapa lama, Pak?
Ada yang berbulan-bulan, ada yang berminggu-minggu.

5. Mengapa sasarannya dibuka setelah 70 tahun? Mengapa tidak 20 atau 30 tahun agar harapan tersebut bisa segera diwujudkan?
Tidak apa-apa sih 70 tahun. Mau dibuka 100 tahun juga boleh. Hanya kapsul waktu ini akan dibuka 70 tahun sebagai gambaran untuk mengakselerasi kemajuan bangsa pada 70 tahun setelah Indonesia merdeka. Mimpi-mimpi itu bisa juga ditarget terwujud sebelum 70 tahun. Silakan bebas merumuskan mimpi dan kapan harus tercapai. Lebih cepat lebih baik.

6. Sebelum dimasukkan dalam kapsul, apa Bapak juga membacanya? Lalu apa sih harapan terbesar mereka?
Sebelum mimpi dan harapan tersebut dimasukkan ke kapsul, maka dibacakan terlebih dahulu agar semua komponen masyarakat tahu isinya untuk diwujudkan.

7. Rencananya kapsul waktu ini akan disimpan di mana, Pak? Apa saja pertimbangan menentukan tempat tersebut?
Kapsul waktu akan disimpan di sebuah Monumen Kapsul Waktu di Kota Merauke. Kapsul ini akan melalui perjalanan panjang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote sebagai wujud kebesaran bangsa Indonesia. Disimpan di Merauke sebagai wujud NKRI.

8. Di bidang olahraga sendiri, biasanya mereka berharap apa?
Menjadi juara dunia sepakbola, masuk dalam Olimpiade, menjadi juara dunia beberapa cabang olahraga. Ada yang bermimpi pemain bola Indonesia menjadi penentu kemenangan kesebelasan dalam turnamen kelas dunia.

9. Setiap daerah pasti mempunyai harapan yang berbeda, lalu dalam mewujudkannya, bagaimana cara pemerintah mengakomodir hambatan yang mungkin ada?
Dengan gotong royong, persatuan, dan kerukunan seluruh komponen masyarakat, tidak ada masalah yg tidak dapat diselesaikan.

10. Apakah semua harapan itu akan diwujudkan oleh pemerintah?
Kita semua bertanggungjawab mewujudkan mimpi-mimpi mulia ini.

11. Harapan-harapan mereka ini diaplikasikannya kapan, Pak? Kan sayang kalau misalkan harapan ini dibuka tahun 2085 tanpa diwujudkan sekarang?
Mewujudkan harapan yang mulia ini lebih cepat lebih baik. Jadi ketika kapsul dibuka, anak cucu kita tahu mimpi dan harapan sudah tercapai.

12. Menurut Bapak, apa keuntungan yang didapat dengan adanya Kapsul Waktu?
Memperkokoh NKRI, mempertebal jiwa nasionalisme, dan mewujudkan gotong royong sebagai kekuatan besar bangsa kita. Siapapun pemimpinnya, perlu dan wajib mendengarkan suara rakyat. Kapsul waktu ini suara rakyat.

13. Melalui kapsul waktu ini, apa harapan Bapak bagi Indonesia?
Saya berharap kita semua tidak takut bermimpi. Adik-adik jurnalis cilik tidak takut bermimpi. Karena mimpi itu gratis. karena mimpi, harapan, obsesi, dan cita-cita itu bisa mengarahkan takdir kita. Tentu dengan kerja keras, semangat, dan pantang menyerah untuk mengejar dan menggapai mimpi itu.”

(Deni Suroyo – sisidunia.com)