sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Nani Maryani, Sopir Gojek Cantik Sikapi Turunnya Pendapatan Driver

Nani Maryani, Sopir Gojek Cantik Sikapi Turunnya Pendapatan Driver



Jakarta – Penghasilan driver Go-Jek menurun usau keputusan manajemen untuk menurukan subsidi yang awalnya Rp 4.000 menjadi Rp 3.000 per kilometer.

Nani Maryani, Sopir Gojek Cantik Sikapi Turunnya Pendapatan Driver

Menanggapi hal tersebut, Nani Maryani, yang telah enam bulan menjadi driver Go-Jek membemberikan tanggapannya.

Nani kini tengah mempertimbangkan untuk kembali ke profesi lamanya.

“Saya dulu jualan donat dan jadi staf riset pemasaran. Saya tinggalkan profesi itu buat jadi sopir Go-Jek. Sekarang saya mikir-mikir mau balik berjualan lagi. Kalau istilah dagang, gulung tikar jadi driver Go-Jek,” ucap Nani. “Kami jadi malas narik. Biasanya dari Jatipadang (Jakarta Selatan) ke Bekasi bisa dapat Rp 100 ribu, sekarang paling dapat Rp 77 ribu,” kata Nani kepada awak media (Selasa, 3/11/2015).

Nani menambahkan, tarif baru membuat rekan-rekannya sesama driver menjadi enggan untuk mengantarkan penumpang atau orderan yang jaraknya jauh.

“Sekarang, banyak teman yang tidak mengambil orderan kalau jaraknya jauh. Cuma dapat capeknya doang,” tuturnya.

Nani membandingkan dengan kondisi saat ini dengan kondisi sebelumnya dimana kala itu order masih jarang. Kini orderan banyak, tapi banyak pengemudi tak mengambil karena jaraknya terlampau jauh.

“Sekarang driver-nya banyak. Dulu bisa dapat Rp 400 ribu per hari, sekarang Rp 200 aja udah termehek-mehek,” keluh Nani.

Tak berhenti sampai di situ. Permasalahan aplikasi yang sering mengalami error juga menjadi pertimbangan Nani.

“Orderan di costumer sudah masuk, tapi kalau di kami belum. Jadinya kita minta maaf dan menolak untuk mengantarkan costumer itu,” ujarnya. Masalah juga sering muncul dalam withdrawal atau penarikan deposit mereka dari manajemen. “Minggu ini saja saya susah buat cairin uangnya,” katanya. (Yayan – sisidunia.com)