sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mucikari RA Ingin Tyas Mirasih dan Shinta Bachir Turut Dihukum Seperti Dirinya

Mucikari RA Ingin Tyas Mirasih dan Shinta Bachir Turut Dihukum Seperti Dirinya



Jakarta – Mucikari artis, Robby Abbas (RA) telah divonis hukuman 16 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Seakan tak mau salah sendirian, ia pun coba menyeret tiga artis yang pernah terlibat dalam bisnis esek-esek kelas atas yang dikelolanya dulu.
Mucikari RA Ingin Tyas Mirasih dShinta Bachir Turut Dihukum Seperti Dirinya
Sebelumnya, RA bersama tim kuasa hukumnya telah mengajukan uji materi terhadap pasal 296 dan 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kesusilaan ke Mahkamah Konstitusi. Uji Materi tersebut sejatinya telah diajukannya sejak kasus ini masih bergulir di PN Jakarta Selatan.

Upaya di peradilan umum memang sudah kandas, tapi di luar perandilan umum kita mengajukan uji materi di MK. Jadi kita tinggal menunggu panggilan sidang dari MK,” papar pengacara RA, Pieter Ell, kepada wartawan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015) malam kemarin.

Ketiga artis yang diincar RA antara lain Tyas Mirasih, Amel Alvi, dan Shinta Bachir. Pieter mengharapkan agar tidak hanya kliennya saja yang terjerat kasus pidana ini, namun juga perempuan-perempuan yang sempat menggunakan jasa RA untuk menjualkan diri mereka.


Baca juga

Ahok Persilahkan Bupati Purwakarta Duduki Kursinya

Robby Abbas Di Vonis 16 Bulan Penjara, Bagaimana Dengan Artis PSK TM Dan SB ?

Pieter menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta, Nomor 8 Tahun 2007 pasal 42 telah menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menjadi PSK (Pekerja Seks Komersil), dan atau memakai jasa PSK. Melihat adanya peraturan semacam ini, Pieter “mengancam” bahwa nasib ketiga selebriti itu berada di tangan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini belum kiamat. Ada banyak jalan ke Roma. Kita lihat nanti di MK, di sana nanti akan terbuka,” tegasnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)