sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Tayangkan Kengerian Tentang Anak Kecil, Berita Islami Masa Kini Kembali Ditegur KPI

Tayangkan Kengerian Tentang Anak Kecil, Berita Islami Masa Kini Kembali Ditegur KPI



Jakarta – ‘Berita Islami Masa Kini’ kembali mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kali ini program bernuansa Islami yang ditayangkan Trans TV itu mendapat teguran karena mengangkat topik yang sensitif, terlebih ada beberapa cuplikan adegan yang dirasa kurang pantas ditayangkan dan cukup mengganggu.

Tayangkan Kengerian Tentang Anak Kecil, Berita Islami Masa Kini Kembali Ditegur KPI

Tayangkan Kengerian Tentang Anak Kecil, Berita Islami Masa Kini Kembali Ditegur KPI

Adalah pada salah satu tayangan pada 6 Oktober 2015 silam, dimana program yang dibawakan oleh Teuku Wisnu dan Zaskia Mecca itu dianggap kurang memerhatikan ketentuan perihal perlindungan anak-anak dan remaja, dengan menayangkan cuplikan adegan ‘sadis’.

Episode yang mendapat teguran itu mengangkat tema ‘kelalaian orang tua yang berakibat fatal’. Dimana terdapat beberapa potongan video yang menunjukkan anak kecil yang tenggelam di kolam, kepala terjepit di pintu, hingga terjatuh dari eskalator.

KPI menilai tayangan tersebut mengandung muatan eksplisit dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan ketakutan penonton, apalagi anak kecil.


Baca juga:

Apa yang Menjadi Daya Tarik Sinetron Anak Jalanan Hingga Bisa Menjadi Nomor Satu ?

Ustad Aswan Faisal, Kakak Almarhum Uje Yang Dikabarkan Telah Berpoligami

Masalahnya, teguran dari KPI ini bukanlah yang pertama diterima program ‘Berita Islami Masa Kini’. Sebelumnya acara ini sempat heboh karena menampilkan kontroversi terkait amalan Surat Al-Fatihah. Meski telah dua kali mendapat teguran, KPI ternyata tidak memberikan sanksi dan hanya mengingatkan agar program ini tidak mengulang kesalahan yang sama lagi. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)