Home » News » Tarif dan Sistem Pembayaran Berubah, Ribuan Pengendara Gojek Mogok Massal

Tarif dan Sistem Pembayaran Berubah, Ribuan Pengendara Gojek Mogok Massal



Jakarta – Belum lama ini, beredar pemberitaan yang mengatakan bahwa pengendara Gojek di Jakarta akan melakukan aksi mogok massal. Aksi tersebut akan dilakukan mulai Senin (2/11/2015) kemarin sampai waktu yang belum ditentukan.
Tarif dan Sistem Pembayaran Berubah, Ribuan Pengendara Gojek Mogok Massal
Hal tersebut dilakukan karena pengendara Gojek merasa dikecewakan oleh pihak manajemen. Perusahaan jasa transportasi online yang dibangun oleh Nadim Makarim itu dianggap telah mengeluarkan kebijakan yang mulai merugikan para pengendaranya.

“Dulunya kami dibayar Rp4 ribu per Km. Sekarang cuma Rp3 ribu per km,” ungkap Jajang, salah seorang driver Gojek yang ikut mogok.


Baca juga

Golkar Kini Menjadi Garda Terdepan dalam Mempertahankan Pemerintahan Jokowi JK

Kehadiran Kapal Perang AS Membuat Situasi Laut China Selatan Memanas

Tak hanya memangkas penghasilan para drivernya, pihak manajemen juga mengubah jadwal pencairan bonus. Bila sebelumnya para pengemudi Gojek bisa mencairkan bonusnya setelah lima kali order, kini bonus tersebut baru bisa keluar setelah delapan kali pemesanan.

“Keuntungan dari jarak tempuh dipotong, lalu jarak tempuh ditambah bila ingin dapat bonus. Ini kami nilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan manajemen,” tandas Jajang.

Melihat keputusan Gojek yang dinilai tidak pro-driver itu, koordinator pengendara Gojek di sejumlah wilayah di Jakarta pun bersepakat untuk melakukan aksi mogok. Mereka bersepakat untuk tidak menerima orderan. Padahal, hari Senin merupakan hari tersibuk pemesanan layanan ini. (Deni Suroyo – sisidunia.com)