Home » Hiburan » Karena Ulah Raffi Ahmad, Happy Show Mendapat Teguran KPI

Karena Ulah Raffi Ahmad, Happy Show Mendapat Teguran KPI



Jakarta – Raffi Ahmad terancam akan berurusan dengan kasus hukum lagi. Setelah sebelumnya terseret masalah narkoba, kali ini presenter tersebut terancam akan terjerat kasus pelanggaran Undang-Undang Penyiaran.
Karena Ulah Raffi Ahmad, Happy Show Mendapat Teguran KPI
Hal tersebut disebabkan oleh lawakannya dalam acara Happy Show yang tayang di Trans TV pada Minggu, 1 November 2015, kemarin. Dalam acara itu, Raffi melontarkan guyonan yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

”Pastinya Raffi itu melanggar norma kesopanan. KPI putuskan memberi sanksi program Happy Show karena melecehkan profesi wartawan,” jelas Idy Muzzayad, selaku Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) saat dihubungi wartawan pada Senin (2/11/2015) kemarin.

Dalam adegan lawak tersebut, Raffi mengutarakan kalimat yang mengatakan bahwa wartawan adalah sosok yang mata duitan dan suka berebut uang receh.

”Kalau wartawan lagi ngeriung (kumpul), misalnya lagi ngejar berita, giniin saja (lempar) duitnya. Wartawan kan, setiap orang kan mata duitan, giniin aja (sebar recehan),” ujar Raffi yang diiringi dengan gelak tawa.

Kalimat Raffi ini telah melanggar kode etik penyiaran Pasal 9 dan 10 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran.

”Sanksi bisa berupa teguran,” terang Idy.


Baca juga

Raffi Ahmad Meminta Maaf Telah Sebut Wartawan Doyan Uang Recehan

Aliando Syarief Patah Hati Melihat Perselingkuhan Kekasihnya

Pihak KPI juga akan mengklarifikasi apakah ucapan Raffi itu ada dalam skrip acara, ataukah hanya improvisasinya saja. Jika terbukti tidak masuk ke dalam skrip, berarti Raffi-lah yang patut disalahkan.

”Lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat juga. Pasal 10 itu dijelaskan poin lembaga penyiaran wajib memperhatikan etika profesi yang dimiliki oleh profesi tertentu yang ditampilkan dalam isi siaran agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif di masyarakat. Kemudian poin keduanya, etika profesi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah etika profesi yang diakui dalam peraturan perundang-undangan,” tandas Idy.

Idy melanjutkan bahwa sanksi pertama yang akan dijatuhkan adalah berupa teguran. Namun, bila sampai terulang lagi, bukan tidak mungkin tayangan Happy Show itu dihentikan sepenuhnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)