sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pulau Kalu Age, Pulau Pribadi Surya Paloh yang Berisi Vila untuk Peristirahatan

Pulau Kalu Age, Pulau Pribadi Surya Paloh yang Berisi Vila untuk Peristirahatan



Jakarta – Nama Pulau Kalu Age yang terletak di kawasan Kepulauan Seribu baru-baru ini naik ke permukaan. Pasalnya, pulau yang merupakan milik politikus sekaligus pengusaha Surya Paloh tersebut sempat disegel oleh pemerintah daerah Kepulauan Seribu akibat aktivitas reklamasi dan pembangunan yang tidak dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Pulau Kalu Age, Pulau Pribadi Surya Paloh yang Berisi Vila untuk Peristirahatan
Perkembangan terbaru mengatakan bahwa saat ini, penyegelan terhadap Pulau Kalu Age sudah dicabut. Nampaknya, masalah IMB, pajak, dan perizinan lainnya sudah dituntaskan oleh Ketua Umum Partai Nasional Demokrat tersebut.

Mungkin anda penasaran, kira-kira apa yang dibangun oleh Surya Paloh di dalam pulau tersebut? Bupati Pulau Seribu, Budi Utomo, mengatakan bahwa di dalam Pulau Kalu Age hanya terdapat sebuah kompleks bangunan untuk peristirahatan. Semacam villa di pinggir pantai.

“Enggak ada apa-apa. Cuma bangunan saja buat peristirahatan, kayak villa kalau di daratan,” terang Budi kepada wartawan, Jumat (30/10/2015) kemarin.

Budi menjelaskan bahwa sebenarnya, pulau memang bisa dibeli oleh masyarakat umum. Namun tentu ada peraturan-peraturan yang harus ditaati.

“Yang namanya pulau-pulau itu kan ada yang namanya hak girik bagi masyarakat yang diperjualbelikan, penguasaan pulau. Itu harus melalui izin gubernur, namanya SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah),” jelasnya.
Nama Pulau Kalu Age yang terletak di kawasan Kepulauan Seribu baru-baru ini naik ke permukaan. Pasalnya, pulau yang merupakan milik politikus sekaligus pengusaha Surya Paloh tersebut sempat disegel oleh pemerintah daerah Kepulauan Seribu akibat aktivitas reklamasi dan pembangunan yang tidak dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Meski sudah dibeli oleh seseorang, lanjut Budi, pulau tersebut masih boleh dikunjungi oleh masyarakat umum. Sebab, ada ketentuan yang mengatakan bahwa 40 persen wilayah pulau yang telah menjadi properti pribadi masih boleh diakses oleh publik.

“‎Kalau bersantai di pantai boleh, kan milik publik. Kalau masuk properti pelanggaran. Sama saja kayak kalau punya villa, nanti bisa dikira maling,” lanjutnya.

Ketika ditanya soal harga jual Pulau Kalu Age, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

“Hitungan itu di Dinas Pajak,” ‎tutupnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)