Home » Gaya Hidup » Mengapa Harga Obat Paten Lebih Mahal Dibanding Obat Generik ?

Mengapa Harga Obat Paten Lebih Mahal Dibanding Obat Generik ?



Jakarta – Saat ini, berbagai merk dan ragam obat-obatan sudah banyak beredar di apotek-apotek. Obat-obatan tersebut pun ditawarkan dengan harga yang beragam, mulai dari sangat terjangkau sampai yang berharga sangat mahal per butirnya.
Mengapa Harga Obat Paten Lebih Mahal Dibanding Obat Generik ?
Mahal tidaknya suatu obat ternyata dipengaruhi oleh status obat tersebut. Dalam dunia medis, obat-obatan bisa dimasukkan ke dalam beberapa kategori, seperti obat paten, obat generik, dan obat bermerk. Dari tiga kategori ini, yang paling mahal adalah obat paten.

Pada kasus obat paten, harga yang tinggi tersebut disebabkan oleh proses produksi dan penemuannya yang memakan banyak waktu, biaya, dan sumber daya. Obat paten memang dihasilkan dari penelitian mandiri yang dilakukan oleh perusahaan farmasi. Penelitian ini kadangkala memakan waktu hingga puluhan tahun, melibatkan banyak ahli, dan memakan biaya produksi yang tidak sedikit.

Hasil dari penelitian tersebut adalah sebuah obat yang memiliki kandungan dan komposisi yang sifatnya unik dan orisinal. Maka dari itu, wajar saja jika perusahan tersebut bisa menentukan sendiri harga obat yang mereka buat itu.

“Bagaimana suatu obat ditemukan prosesnya sangat lama bisa sampai 10 sampai 15 tahun dan memerlukan uang yang sangat banyak dengan melalui berbagai tahap uji klinis,” jelas dr. Instiaty, PhD, Sp.FK, farmakolog di Universitas Indonesia.

Selain itu, perusahaan yang menemukan obat orisinal tadi memiliki privilege hak paten. Bahkan, jika obat itu sangat unik dan tidak ada perusahaan lain yang bisa membuatnya, maka perusahaan tersebut berhak melakukan monopoli.

Jika masa hak patennya telah habis (sekitar 20-30 tahun), barulah resep obat paten tadi bolah dibuat oleh perusahaan farmasi lainnya. Proses inilah yang menghasilkan obat generik dan obat bermerk.

Obat generik dibuat dengan metode yang paling sederhana dan efisien untuk memangkas biaya produksi, dan menghasilkan obat yang namanya sama dengan kandungan zat aktif di dalamnya. Untuk obat bermerk, sebenarnya serupa dengan obat generik, namun proses pembuatannya lebih “spesial”, dan menghasilkan obat yang namanya sesuai keinginan produsennya. Bila nama perusahaan yang membuat obat sudah terkenal, maka tentu obatnya menjadi mahal, namun tetap tak semahal obat paten.

Baik obat generik maupun obat bermerk sama-sama melalui standar uji mutu melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebelum diedarkan di apotek dan rumah sakit umum. (Deni Suroyo – sisidunia.com)