sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Terkait Pembelian Lahan RS Sumber Waras, Prabowo Adukan Ahok ke KPK

Terkait Pembelian Lahan RS Sumber Waras, Prabowo Adukan Ahok ke KPK



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terancam akan terseret kasus korupsi. Pasalnya, Panitia Khusus (Pansus) laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) DPRD DKI Jakarta berniat untuk melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras di wilayah Grogol, Jakarta Barat, dengan luas 36 hektare oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Terkait Pembelian Lahan RS Sumber Waras, Prabowo Adukan Ahok ke KPK
“Hari ini jam 10 kami ke KPK untuk menyerahkan tembusan berkas Pansus LHP BPK. Salah satu rekomendasi kami meminta KPK mengambil langkah hukum karena Pemprov DKI tidak mengikuti rekomendasi BPK dan adanya indikasi kerugian daerah sebesar Rp191 miliar,” ujar Wakil Ketua Pansus DPRD DKI, Prabowo Soenirman, Jumat (30/10/2015).


Baca juga

Hutan Terbakar, Beruang Masuki Pemukiman Warga Dan Akhirnya Tewas Ditembak

595 Orang Menjadi Korban Akibat Serangan Militer Rusia di Suriah

Sebelumnya, pengamat perkotaan dari lembaga Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, mengatakan bahwa pihaknya telah memegang data tambahan terkait polemik pembelian lahan RS Sumber Waras tersebut. Mereka juga telah menyampaikan data tersebut ke KPK pada 19 Agustus 2015 lalu.

“Setelah mereka mempelajari, mereka jawab tanggapan bahwa akan ditindaklanjuti. Sudah ada surat itu, saya mendapatkan data baru,” ujar Amir kepada wartawan pada 17 September 2015 lalu.

Amir menilai ada kejanggalan pada nominal Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dalam pembelian lahan RS Sumber Waras.

“Perbedaan yang sangat ganjil adalah dari 2009 sampai 2013 tidak ada kenaikan Rp12 juta saja. Pada 2014, tiba-tiba naik jadi Rp20 juta. Ini keterangan NJOP dari pelayanan pajak,” jelasnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)