sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pulau Pribadinya di Kepulauan Seribu Disegel, Surya Paloh Belum Memberikan Komentar

Pulau Pribadinya di Kepulauan Seribu Disegel, Surya Paloh Belum Memberikan Komentar



Jakarta – Pulau pribadi milik politisi Surya Paloh yang berada di kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, belum lama ini dilaporkan telah disegel. Pasalnya, ia telah melaksanakan proyek pembangunan dan reklamasi (perluasan) di pulau tersebut tanpa seizin Pemerintah Provinsi (Pemrpov) DKI Jakarta.
Pulau Pribadinya di Kepulauan Seribu Disegel, Surya Paloh Belum Memberikan Komentar
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku telah mendengar kabar ini dari Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo. Laporan penyegelan tersebut sampai ke tangannya pada Rabu (28/10/2015) kemarin.

Itu enggak ada IMB dia, nanti kita beresin,” terang Ahok kepada awak media di Balai Kota, Jakarta, Jum’at (30/10/2015) pagi tadi.

Meski demikian, sesuai dengan peraturan tentang penataan kota, sanksi maksimal yang bisa dijatuhkan kepada perusahaan milik Surya Paloh tersebut adalah beruba pengenaan denda.

Ahok sendiri telah menginstruksikan Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta untuk menerapkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhadap pulau-pulau pribadi di Kepulauan Seribu, dengan mengacu pada besaran PBB di tanah dengan harga termahal yang berlaku di DKI Jakarta.

“Enggak boleh lagi terapin PBB seperti tanah kebun,” tegas Ahok.

Ahok pun berjanji akan memperbaiki proses pengawasan penggunaan lahan di Kepulauan Seribu. Semua bangunan yang didirikan di kawasan tersebut harus memiliki IMB.

“Selama ini orang jual pulau itu pemerintah tidak dapat pajak PHBTB,” sambungnya.


Baca juga

Pastor Ini Mengaku Telah Mendapat Perintah Tuhan untuk Hamili 20 Wanita

Terkait Pembelian Lahan RS Sumber Waras, Prabowo Adukan Ahok ke KPK

Adapun, selain melakukan reklamasi, atau perluasan daratan suatu pulau dengan menguruk tanah, perusahaan milik Surya Paloh telah membangun dua helipad. Proyek-proyek tak berizin ini telah merusak ekosistem karang di lokasi tersebut.

Terkait penyegelan ini, belum ada reaksi dari pihak Surya Paloh. (Deni Suroyo – sisidunia.com)