Home » Gaya Hidup » Gunung Lawu Dipenuhi dengan Cerita Mistis Kerajaan Makhluk Gaib Hingga Pasar Setan

Gunung Lawu Dipenuhi dengan Cerita Mistis Kerajaan Makhluk Gaib Hingga Pasar Setan



Magetan – Gunung-gunung di wilayah Indonesia kerap kali dikaitkan dengan kisah-kisah mistik yang bahkan sudah membudaya sejak zaman dahulu. Salah satu gunung yang erat kaitannya dengan kisah metafisika tersebut adalah Gunung Lawu.
Gunung Lawu Dipenuhi dengan Cerita Mistis Kerajaan Makhluk Gaib Hingga Pasar Setan
Saat ini, memang keindahan hutan di kawasan Gunung Lawu sudah mulai memudar. Hal tersebut dikarenakan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan, ataupun karena adanya peristiwa alam seperti kebakaran hutan akibat kemarau panjang, sebagaimana yang baru-baru ini diberitakan di berbagai media.

Kebakaran hutan di Gunung Lawu dilaporkan telah merenggut nyawa tujuh orang pendaki. Para petugas dari tim SAR, tim pemadam api, TNI dan warga sekitar pun telah berjuang untuk memadamkan api di gunung tersebut. Kini, jalur pendakian sudah ditutup untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

Adapun Gunung Lawu memiliki beberapa pintu masuk pendakian. Di wilayah Jawa Timur, ada pintu masuk di wilayah Cemoro Sewu (Magetan), dan Jogorogo (Ngawi). Sementara dari Jawa Tengah, ada wilayah Cemoro Kandang dan Candi Cetho.

Khusus untuk pintu masuk Candhi Cetho, jalur ini biasa dilewati oleh pendaki spiritual. Mereka mendaki Gunung Lawu untuk tujuan memperoleh “ilmu”, melakukan ritual mistis, atau bahkan bertapa.

Salah seorang tokoh setempat yang ebrnama Joko Sunarto, atau dikenal dengan panggilan Pak Po, membenarkan bahwa pintu masuk Candi Cetho memang menjadi jalur pilihan pendaki spiritual. Sebab, masyarakat tradisional Jawa meyakini bahwa “pintu depan” Gunung Lawu memang terletak di jalur Candi Cetho.

“Ibaratnya sebuah rumah, pintu masuk utama (ruang tamunya) ada di Cetho. Sedangkan Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang adalah pintu belakang dan pintu sampingnya,” jelas Pak Po kepada wartawan di kediamannya di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Meski jalur tersebut memiliki jarak yang paling jauh untuk menuju puncak Gunung Lawu, para pendaki spiritual tetap memilih jalur tersebut untuk menyempurnakan ritual mistisnya.

Suradi, salah satu warga di sekitar Candi Cetho, menjelaskan bahwa jika kita mendaki melalui jalur Candi Cetho, maka kita akan melewati beberapa titik yang masih disakralkan oleh masyarakat setempat. Titik-titik tersebut antara lain Candi Cetho sendiri, kemudian Candi Kethek yang berada di atasnya.

Selain itu, jika kita terus menelurusi jalur ini, nantinya pendaki akan bertemu sebuah lokasi yang mungkin bisa membuat bulu kuduk anda berdiri. Lokasi tersebut adalah dua batang pohon cemara besar yang tumbuh berdampingan layaknya pintu gerbang. Masyarakat setempat meyakini, bahwa dua cemara besar tersebut adalah pintu masuk menuju kerajaan makhluk gaib.
Gunung Lawu Dipenuhi dengan Cerita Mistis Kerajaan Makhluk Gaib Hingga Pasar Setan
“Nanti setelah melewati pos empat akan melewati dua pohon cemara yang cukup besar yang dikenal dengan Cemoro Kembar. Konon di situlah letak pintu masuknya. Terlebih lagi lokasinya dekat denga pasar setan, yang ada di lereng Lawu,” jelas Suradi. (Deni Suroyo – sisidunia.com)