sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Final Fantasy XIV Tidak Booming di Tiongkok

Final Fantasy XIV Tidak Booming di Tiongkok



Beijing – Game MMORPG keluaran Square-Enix, Final Fantasy XIV (FF XIV), telah mampu menggebrak dunia. MMORPG yang satu ini berhasil mendulang sukses di sejumlah negara dengan balutan grafis memukau dan gameplay, yang meski sedikit bergaya “klasik” namun tetap seru untuk dimainkan. Meski demikian, hasil terbaru mengatakan bahwa game ini tidak begitu booming di pasar Tiongkok, yang dikenal penuh dengan gamer-gamer MMO kelas ekstrim.
Final Fantasy XIV Tidak Booming di Tiongkok
Laporan terbaru mengatakan bahwa FF XIV di Tiongkok kehilangan pemainnya dalam jumlah yang cukup banyak. Akibatnya, Shanda Games, selaku publisher FF XIV di Tiongkok, memutuskan untuk menggabungkan semua server dari game tersebut, dari yang awalnya 33 server, kini menjadi 6 server saja. Perubahan drastis ini menunjukkan bagaimana “sepinya” gme tersebut.

Salah satu penyebab yang diduga melatarbelakangi mundurnya banyak player FF XIV adalah sistem pembayaran game ini yang menggunakan “Pay to Play” (P2P). Artinya, bila anda ingin bermain, anda harus membayar voucher terlebih dahulu, mirip dengan sistem Ragnarok Online 1 di Indonesia dahulu.

Pembayaran yang diwajibkan kepada player FF XIV pun tidaklah murah. Di lain tempat, game-game yang memiliki kualitas setara banyak yang ditawarkan secara Free to Play, atau paling tidak hanya menggunakan sistem microtransaction (sistem cash) yang tidak mewajibkan player untuk membayar.

Rumor yang berear mengatakan bahwa Shanda Games sudah tidak memprioritaskan pengelolaan FF XIV. Hal tersebut terlihat dari desain poster patch teranyar FF XIV yang bertajuk “Heavensward” yang terkesan apa adanya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)