sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Awas, Menambahkan Krimer ke Dalam Kopi Bisa Memberikan Dampak Buruk bagi Kesehatan

Awas, Menambahkan Krimer ke Dalam Kopi Bisa Memberikan Dampak Buruk bagi Kesehatan



Jakarta – Menambahkan krimer ke dalam kopi hitam sudah menjadi kebiasaan dari beberapa orang, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Memang diakui, menambahkan campuran mirip susu tersebut ke dalam kopi dapat menghadirkan cita rasa yang berbeda dan kopi pun akan terasa lebih “ringan” untuk dikonsumsi.
Awas, Menambahkan Krimer ke Dalam Kopi Bisa Memberikan Dampak Buruk bagi Kesehatan
Namun demikian, tahukah anda bahwa kebiasaan menambahkan krimer ke dalam kopi ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan? Dan bukan itu saja, beberapa campuran yang biasa kita masukkan ke dalam kopi ternyata juga bisa memberikan efek negatif yang sama dengan krimer tadi.

Seperti dilansir dari the Daily Meal (Senin, 26/10/2015), berikut ini beberapa bahan yang tidak bak dicampurkan bersama kopi.

1. Krimer

Dengan menambahkan krimer, kopi bisa terasa lebih nikmat dan creamy. Namun, menambahkan krimer ke dalam kopi sama saja dengan menuangkan lemak ke dalamnya.

Kopi hitam tanpa gula (espresso), memiliki nilai kalori yang cukup rendah, yakni 1 kalori. Bila anda menambahkan krimer, maka anda akan menambahkan 40 kalori, 2 gram lemak, dan 2 gram gula per sendok makannya. Bila anda sedang berdiet, konsumsi kopi berkrimer tentu bisa membuyarkan program anda.

2. Susu skim

Susu skim juga bisa mendatangkan kandungan lemak dan gula yang berlebihan ke dalam kopi anda. Seorang onkolog bernama Dmitri Alden, mengatakan, “Alasan di balik hal tersebut berkaitan dengan kadar lemak dan gula. Susu skim mengandung gula, 12,3 gram per cangkir, dan minuman dengan kadar gula tinggi yang dikenal sebagai penyebab obesitas.”

3. Gula

Gula merupakan bahan yang sangat wajar dimasukkan ke dalam kopi. Tanpa bahan yang satu ini, kopi akan terasa sangat pahit, sehingga hanya sebagian orang saja yang menyukainya, setidaknya itulah yang terjadi di wilayah Indonesia. Di negara Barat, kopi hitam tanpa gula (espresso) sebenarnya sudah awam dikonsumsi, misalnya pada pagi hari saat akan berangkat kerja.

Bagi anda yang gemar ngopi, namun tidak ingin terlalu banyak mengkonsumsi gula, maka gunakanlah gula-gula diet dan kurangi penggunaannya ke dalam kopi anda. Ingat, kopi dan pahit merupakan sahabat yang tak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, jangan menghindari rasa pahit di dalam kopi bila anda ingin tetap sehat dan terhindar dari obesitas maupun diabetes.

(Deni Suroyo – sisidunia.com)