sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ular dan Babi Hutan Mulai Masuki Perkampungan Warga Akibat Kabut Asap

Ular dan Babi Hutan Mulai Masuki Perkampungan Warga Akibat Kabut Asap



Penukal Abab – Sejak dua pekan belakangan ini, perkampungan warga di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dilaporkan telah dimasuki oleh beberapa hewan liar. Hal ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan kabut asap yang masih saja muncul di sekitar wilayah tersebut.
kebakaran, hutan, lahan, kabut asap, hewan liar
“Akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), sejumlah binatang buas seperti biawak, babi hutan, kera dan ular berkeliaran masuk perkampungan warga,” terang Kardi, salah seorang warga Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Minggu (25/10/2015) pagi tadi.

Menurut Kardi, keadaan ini semakin mencemaskan warga di sekitar kawasan hutan.


Baca juga

Dituding Lecehkan TNI, Ahok : “Enggak Usah Pakai Minta Maaf 3×24 Jam Segala”

Ahok Panggil Profesional Indonesia Di Singapura Untuk Benahi Kinerja BUMD

Sebenarnya, sejak beberapa pekan yang lalu, tepatnya ketika hutan milik PTPN 7 tersebut sudah mulai dilanda kebakakaran, warga mulai sering melihat kemunculan biawak, kera, ular, dan babi hutan di sekitar wilayah perkampungan. Namun, saat itu hewan-hewan tersebut belum berani masuk semakin dalam ke wilayah hunian warga.

Dengan kondisi kebakaran dan asap yang telah semakin memprihatinkan, nampaknya hewan-hewan tersebut semakin nekat, sehingga warga pun makin khawatir dengan keselamatan mereka.

“Saya khawatir ular, kera serta biawak bisa menyerang warga. Terkadang warga terpaksa membunuh hewan tersebut, karena kuatir akan membahayakan keselamatan jiwa warga,” lanjut Kardi.

Herman, warga Desa Suka Maju lainnya, mengatakan bahwa dalam tiga hari terakhir ini, warga telah membunuh lima ekor ular jenis munti masak. Ular ini dikenal sangat beracun dan bisa mengancam keselamatan manusia. (Deni Suroyo – sisidunia.com)