sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Lebih Menjanjikan, Wanita Penawar Kenikmatan Mulai Banjiri Papua

Lebih Menjanjikan, Wanita Penawar Kenikmatan Mulai Banjiri Papua



Sorong – Para wanita pekerja malam yang ditemukan di Kota Sorong, Provinsi Papua, ternyata mayoritas berasal dari luar daerah tersebut. Mereka kebanyakan berasal dari Sulawesi, yang jaraknya relatif tidak terlalu jauh dari Sorong.
Lebih Menjanjikan, Wanita Penawar Kenikmatan Mulai Banjiri Papua
Temuan ini disampaikan oleh Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Erni Tumondo, di Manokwari, Minggu (25/10/2015) pagi tadi. Erni mengatakan bahwa tempat hiburan di Papua memang dipenuhi oleh wanita yang berasal dari provinsi tetangga.

“Banyak perempuan luar daerah itu yang bekerja di tempat hiburan malam Kota Sorong masih dibawa umur yaitu berusia 16-18 tahun,” ungkap Erni.

Menurut Erni, banyaknya wanita yang tertarik untuk menjadi “penawar kenikmatan” disebabkan oleh perkembangan bisnis hiburan malam di Kota Sorong yang semakin pesat belakangan ini. Sehingga, usaha di sektor tersebut dianggap menjanjikan untuk sebagian orang.


Baca juga

11 Orang Tewas Akibat Musibah Kebakaran di Karaoke Inul Vista

Ahok Curiga Ada Oknum DPRD Bekasi yang Lindungi PT GTJ Terkait Sampah

Dijelaskan bahwa para wanita pekerja malam tersebut awalnya didekati oleh agen-agen penyalur tenaga kerja. Mereka ditawari pekerjaan menjadi waitress di rumah makan atau restoran.

Ketika tawaran diterima, yang terjadi adalah sebagian besar dari wanita tersebut disalurkan menjadi wanita penghibur, atau paling tidak, menjadi waitress di tempat-tempat hiburan malam yang tersebar di Kota Sorong.

“Ditemukan pula beberapa pekerja hiburan malam itu masih dibawa umur dan itu merupakan kasus perdagangan manusia atau Trafficking,” terang Erni.

Saat ini, pihak BKKBN telah menjalin kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sorong serta aparat kepolisian untuk menghentikan masalah trafficking tersebut. (Deni Suroyo – sisidunia.com)