sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dari Menyelundupkan Minyak, ISIS Bisa Dapatkan Dana Rp 680 Milyar per Bulan

Dari Menyelundupkan Minyak, ISIS Bisa Dapatkan Dana Rp 680 Milyar per Bulan



Damaskus – Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah diketahui memperoleh pendanaan untuk perang mereka salah satunya dari penjualan minyak secara ilegal. Kabar terbaru mengatakan bahwa kelompok radikal tersebut sudah berhasil meraup USD 50 juta, atau setara dengan Rp 680,8 miliar per bulannya dari bisnis penjualan minyak ilegal tersebut.
Dari Menyelundupkan Minyak, ISIS Bisa Dapatkan Dana Rp 680 Milyar per Bulan
Dengan pemasukan yang demikian besar, bisnis penyelundupan minyak ini diduga merupakan sumber pemasukan utama dari kelompok tersebut. Dengan dana sebesar itu, mereka bisa tetap fokus memperluas wilayah kekuasannya di Irak maupun Suriah.

“Melalui hasil penjualan minyak, mereka (ISIS) bisa membangun infrastruktur dan terus membiayai anggota serta kegiatan militernya,” tulis media International Business Times, sebagaimana dikutip oleh Associated Press (Sabtu, 24/10/2015).

International Business Times juga menyebutkan bahwa ISIS menjual minyak mentahnya kepada para penyelundup dengan kisaran harga USD 10 hingga USD 35 per barel. Harga ini berada jauh di bawah harga pasaran minyak internasional (legal) yang kini berada di kisaran USD 50 per barelnya. Maka tak aneh bila minyak milik ISIS tersebut “laris manis” di pasar gelap.


Baca juga

Tony Blair Akui Menginvasi Irak Justru Melahirkan Militan ISIS

ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia

Dari tangan ISIS, minyak mentah tersebut kemudian dijual lagi ke perantara di Turki. Dengan adanya temuan ini, Pemerintah Turki sudah menyatakan akan memperketat penjagaan di kawasan perbatasan.

“Pasukan keamanan kami berhasil menghentikan 3.319 kasus penyelundupan dari Suriah sejak akhir September,” demikian laporan dari Kantor Perdana Menteri Turki.

Adapun ISIS ditengarai telah mengeksploitasi sekitar 30 ribu barel minyak mentah per harinya di Suriah. Selain itu, mereka juga mengangkut sekitar 10 sampai 20 ribu barel minyak mentah per hari dari kilang minyak di Irak. (Deni Suroyo – sisidunia.com)