Home » News » TNI Ultimatum Ahok : “Tentara Bukan Untuk Mengangkut Sampah”

TNI Ultimatum Ahok : “Tentara Bukan Untuk Mengangkut Sampah”



Jakarta – TNI Ultimatum Ahok : "Tentara Bukan Untuk Mengangkut Sampah"

Keluarga besar TNI/Polri, melalui Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) serta Pemuda Panca Marga (PPM) menyatakan tersinggung atas pernyataan Ahok yang berencana mengerahkan anggota TNI untuk mengantar sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

“Kami anak tentara merasa tersinggung, TNI itu bukan untuk mengangkut atau mengawal pengelolaan sampah. Kami mendesak gubernur menarik pernyataannya. Apabila Ahok bergeming, kami akan laporkan ke pihak yang berwajib,” tegas Ketua PPM DKI, Saharuddin Arsyad, dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015) kemarin.

Masalah ini bermula ketika Ahok hendak dipanggil oleh DPRD Bekasi. Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melanggar perjanjian kerjasama tentang Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantar Gebang.

“Gue kirim tentara nganter sampah ke tempat lu di Bekasi. Lu kasih tahu anggota DPRD yang sombong di Bekasi, kasih tahu dia, suruh dia tutup (Bantar Gebang),” tandas Ahok dengan nada tinggi kepada salah satu wartawan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (22/10/2015) lalu.

Adapun FKPPI dan PPM memberikan Ahok tenggat waktu 3×24 jam untuk meminta maaf secara terbuka dan menarik pernyataannya. Bila tidak, maka Ahok akan segera dipolisikan.

“Ahok harus meminta maaf, karena kalimat tersebut terlalu provokatif. Jangan sampai timbul konflik sosial antara warga bekasi dan Jakarta gara-gara provokasi Ahok. Kami memberikan waktu 3X24 jam untuk Ahok mencabut pernyataannya,” tandas Saharuddin. (Deni Suroyo – sisidunia.com)