Home » News » Polda Jatim Gelar Konferensi Pers Terkait Penetapan Tri Risma sebagai Tersangka

Polda Jatim Gelar Konferensi Pers Terkait Penetapan Tri Risma sebagai Tersangka



Surabaya – Polda Jatim menggelar konferensi pers terkait beredarnya kabar yang mengatakan bahwa mantan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Turi Surabaya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Wibowo, hadir untuk menjelaskan duduk persoalan tersebut.
Polda Jatim Gelar Konferensi Pers Terkait Penetapan Tri Risma sebagai Tersangka
Wibowo mengatakan bahwa masalah ini bermula dari berjalannya proyek pembangunan Pasar Turi baru, setelah pasar yang lama rusak parah akibat kebakaran. Pedagang yang semula menempati kios-kios di Pasar Turi lama akan direlokasi ke lokasi yang baru.

“Setelah kejadian itu, ada suatu laporan yang masuk di Ditreskrimum pada tanggal 21 Mei dengan pelapor atas nama Adhy Samsetyo dengan terlapor Tri Rismaharini,” jelas Wibowo kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (23/10/2015) malam.

Menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menggelar penyidikan begitu Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) keluar pada 28 Mei 2015. Wibowo menegaskan tidak ada SPDP lain yang keluar selain di tanggal itu.

“Kami sampaikan bahwa tidak ada SPDP yang per tanggal 30 September, bahwa itulah surat SPDP kita yang diterima Kejaksaan Tinggi,” terang Wibowo.

“Jadi SPDP Bu Risma ini hanya satu, yang per tanggal 28 Mei bukan tanggal 30 September,” sambungnya.


Baca juga

Ini Komentar Pejabat Polda Jatim Terkait Penetapan Risma sebagai Tersangka

Terkait Kasus Pasar Turi, Risma Ditetapkan Jadi Tersangka Jelang Pilkada Surabaya

Wibowo menjelaskan, setelah menjalani sejumlah proses penyidikan, seperti memanggil saksi, pengumpulan alat bukti, hingga gelar perkara, tidak ditemukan keterlibatan Risma dalam kasus tersebut.

“Bahwa kasus ini tidak ditemukan ada suatu cukup bukti terhadap sangkaan tindak pidana yang dilakukan oleh Bu Risma. Ini nanti akan segera kami lakukan penghentian,” tandas Wibowo. (Deni Suroyo – sisidunia.com)