sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Netanyahu Sebut Tokoh Muslim telah Pengaruhi Hitler untuk Bunuh Jutaan Kaum Yahudi

Netanyahu Sebut Tokoh Muslim telah Pengaruhi Hitler untuk Bunuh Jutaan Kaum Yahudi



Tel Aviv – Pada Selasa (20/10/2015) lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan yang cukup membuat kuping meradang. Netanyahu mengatakan bahwa Mufti Agung Palestina di Jerusalem, Haj Amin al-Husseini, merupakan sosok yang memanasi-manasi pemimpin Jerman Nazi, Adolf Hitler, untuk melakukan pembantaian kaum Yahudi, yang dikenal dengan sebutan Holocaust, pada Perang Dunia II.
Netanyahu Sebut Tokoh Muslim telah Pengaruhi Hitler untuk Bunuh Jutaan Kaum Yahudi
Netanyahu mengatakan bahwa sebenarnya Hitler tidak ada niatan untuk melakukan pembantaian secara terstruktur terhadap kaum Yahudi. Dia hanya berniat untuk mengusir kaum Yahudi dari tanah Jerman.

Rencana tersebut, lanjtu Netanyahu, berubah menjadi lebih mengerikan setelah Hitler bertemu dengan Husseini. Pertemuan keduanya terjadi pada 28 November 1941 di Berlin, sekitar pukul 16.30 samppai 17.45 waktu setempat.

Dilansir dari koran Haaretz (Kamis, 22/10/2015), Fritz Grobba, diplomat Nazi dan pengamat Timur Tengah yang sempat bekerja di Konsulat Jerman di Jerusalem, serta pernah juga menjadi Duta Besar Jerman untuk Irak, adalah sosok yang mengungkapkan pertemuan tersebut.

Kala itu, Husseini mengatakan bahwa negara Arab sangat mengagumi sosok Hitler, terutama atas kepemimpinannya untuk membangun Jerman, serta dalam konflik di Eropa. Netanyahu menyampaikan bahwa Husseini menyebutkan tiga kesamaan Jerman Nazi dengan masyarakat Arab, yakni mereka sama-sama memusuhi bangsa Yahudi, Inggris, dan Bolshevik.

Dalam pertemuan itu, disebutkan bahwa Hitler telah memiliki rencana tersendiri untuk “membereskan” kaum Yahudi, tidak hanya di Jerman dan Eropa, tapi juga di Palestina. Hitler menekankan bahwa kaum Yahudi tidak boleh sampai mendirikan negara di tanahy Palestina.


Baca juga

ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia

Tiru Afrika Selatan, Ahok Akan Manfaatkan Ban Bekas Sebagai Aspal

Pernyataan dan penjelasan Netanyahu ini mendapatkan reaksi dari para sejarawan. Mereka mempertanyakan kevalidan cerita itu.

Mulut Netanyahu memang tidak bisa 100 persen dipercaya. Sebab, perdana menteri tersebut sempat beberapa kali melontarkan pernyataan kontroversial yang kebenarannya tak pernah terbukti. (Deni Suroyo – sisidunia.com)