sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia

ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia



Damaskus – Belakangan ini, kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah telah menerima gempuran dari militer Rusia baik melalui udara maupun darat. Hal tersebut mendesak kelompok radikal tersebut untuk putar otak menghalau serangan dari Negeri Beruang Merah tersebut.
ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia
Salah satu cara unik yang dilakukan ISIS adalah dengan memanfaatkan alat kontrasepsi kondom. Alat ini digunakan untuk menghalau sekaligus menghancurkan jet tempur milik Rusia yang saat ini terus membombardir sejumlah titik vital milik ISIS.


Baca juga

Konflik di Suriah Tewaskan Putra Pelaku Bom Bali yang Bergabung dengan ISIS

Al-Assad Kunjungi Putin di Moskow, Bahas Lebih Lanjut Pertempuran Lawan ISIS

Seperti dilansir dari Dailystar (Kamis, 22/10/2015), dalam sebuah video berdruasi tiga menit yang baru-baru ini dirilis oleh ISIS, mereka memperlihatkan bagaimana sejumlah kondom “disulap” menjadi semacam balon udara yang diisi angin. Balon kondom tersebut diikatkan ke sebuah tali yang dibawahnya dipasangkan sebuah bom.
ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia

ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia
Selanjutnya balon kondom berbom tersebut dilepaskan untuk melayang ke udara. Dari sini, ISIS bisa membuat semacam bom terbang dengan meledakkan balon-balon tadi di udara untuk menghalau dan menghancurkan rudal, roket, ataupun pesawat milik Rusia. Paling tidak, itu yang mereka harapkan bisa terjadi.
ISIS Terbangkan Kondom ke Udara untuk Redam Serangan Jet Tempur Rusia
Uji coba balon kondom berbom tersebut dilaporkan berlangsung di wilayah Idlib, Suriah. Bom-bom udara tersebut disimpan dalam sebuah ruangan yang terdapat beberapa coretan grafiti bertulisan Arab. (Deni Suroyo – sisidunia.com)