sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sultan Mahrib Cakra Bayu, Pria Pemburu Burung Kausari yang Kini Jadi “Artis Debutan” di Medsos

Sultan Mahrib Cakra Bayu, Pria Pemburu Burung Kausari yang Kini Jadi “Artis Debutan” di Medsos



Jakarta – Belakangan ini, publik Indonesia dihebohkan dengan pemberitaan tentang seorang perempuan yang memajang kucing hutan hasil buruannya di media sosial. Hewan dilindungi tersebut rencananya akan dijadikan santapan oleh perempuan tersebut.
Sultan Mahrib Cakra Bayu, Pria Pemburu Burung Kausari yang Kini Jadi "Artis Debutan" di Medsos
Belum lama surut, muncul lagi kasus perburuan hewan-hewan langka dan dilindungi di daerah. Kali ini, yang menjadi korban adalah burung kasuari.

Mirip dengan kasus kucing hutan tadi, pelaku, yang diduga bernama Sultan Mahrib Cakra Bayu, mengunggah foto “kesuksesannya” memburu burung kasuari di media sosial.


Baca juga

Tak Ada Bukti Fisik, Ida Tri Sang Gadis Pemakan Kucing Dilepas Polisi

Victorio Theodorus Singal, Pria Surabaya Yang Unggah Foto Sedang Asyik Makan Daging Monyet

Beredar di media sosial, postingan Sultan Mahrib inipun menuai komentar dari netizen.

“Bukannya kasuari hewan dilindungi ya, kok diburu?” tulis pemilik akun bernama Nia.

“Kalau wilayah Papua siapa yang mau lindungi ? OPM ? Hahaha,” jawab Sultan Mahrib.
Sultan Mahrib Cakra Bayu, Pria Pemburu Burung Kausari yang Kini Jadi "Artis Debutan" di Medsos
Dari jawaban itu, bisa diduga bahwa sebenarnya Sultan Mahrib dan kawan-kawannya telah mengetahui bahwa burung kasuari merupakan hewan endemik Papua yang dilindungi oleh Undang-Undang. Namun demikian, mereka sengaja tak mengindahkan aturan negara tersebut.

Postingan ini pun kembali ramai dibahas dan diposting ulang di media sosial. Pelaku pun seakan menjadi artis di dunia maya akibat perbuatan tak bertanggungjawabnya tersebut. (Deni Suroyo – sisidunia.com)