sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Rizal Ramli Sebut Jika Freeport Bisa “Diberesi”, Nilai Tukar Rupiah Bisa Melonjak ke Rp 5000 per Dolar AS

Rizal Ramli Sebut Jika Freeport Bisa “Diberesi”, Nilai Tukar Rupiah Bisa Melonjak ke Rp 5000 per Dolar AS



Jakarta – Kontrak kerja PT Freeport Indonesia terancam dicabut oleh Pemerintah Indonesia apabila perusahaan pertambangan tersebut tak memenuhi tiga syarat utama yang diwajibkan kepada mereka. Tiga syarat tersebut antara lain kenaikan royalti emas dan tembaga, memproses limbah berbahaya, dan melepas saham (divestasi).
Rizal Ramli Sebut Jika Freeport Bisa "Diberesi", Nilai Tukar Rupiah Bisa Melonjak ke Rp 5000 per Dolar AS
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, memang mendesakkan tiga syarat tersebut jika Freeport masih memiliki keinginan untuk mengeksploitasi kekayaan alam di Nusantara, utamanya di Papua, dalam bentuk emas dan tembaga. Sebagaimana diketahui bersama, selama ini Bangsa Indonesia tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari perpanjangan kontrak kerja perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

“Jangan bayar royalti 1 persen lagi, naikkan jadi 6-7 persen. Royalti tembaga juga harus lebih tinggi. Jangan buang limbah sembarangan tanpa diproses dan jangan cari-cari alasan tidak mau divestasi saham,” tegas Rizal dalam acara diskusi bertajuk “Rembug Nasional Peringatan Satu Tahun Jokowi-JK” yang diadakan di Waroeng Solo, Jakarta, Selasa (20/10/2015) kemarin.


Baca juga

Bukan Sampai 5 Atau 6, Jokowi Siapkan 100 Paket Kebijakan Ekonomi

Rizal menjelaskan, perusahaan tambang asing lainnya, seperti Newmont, tidak “berani” seperti Freeport. PT Newmont Nusa Tenggara, dan perusahaan-perusahaan lainnya, mengolah limbahnya dengan demikian kompleks sebelum aman dibuang ke sungai atau laut.

“Kenapa Freeport bisa berani? Mohon maaf itu karena pejabat kita mudah disogok. Kalau saya bicara lebih detail, bisa masuk ke New York Times, jadi mending kita simpan dulu,” ungkap Rizal.

Lebih jauh, Rizal menambahkan jika masalah Freeport ini bisa segera diselesaikan, maka hal tersebut dapat mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap dolas AS.

“Kita tidak anti asing, tapi I bayar lebih fair dong. Kalau Freeport mau melakukan syarat itu, kita baru bersedia negosiasi. Kalau tidak, kembalikan tuh kontrak karya. Kita bisa kok masukkan cadangan emas (Freeport) ke cadangan Bank Indonesia (BI), rupiahdapat menguat 5.000 per dolar AS,” tandasnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)