Home » News » Konflik di Suriah Tewaskan Putra Pelaku Bom Bali yang Bergabung dengan ISIS

Konflik di Suriah Tewaskan Putra Pelaku Bom Bali yang Bergabung dengan ISIS



Jakarta – Anak sulung dari pelaku teroris Imam Samudra, yakni Umar Jundul Haq, atau yang akrab dipanggil dengan nama Uncu, baru-baru ini dilaporkan telah tewas di Suriah. Kabar ini disampaikan oleh Sydney Jones, pengamat terorisme dari Institut Analisa Konflik, di Jakarta.
Konflik di Suriah Tewaskan Putra Pelaku Bom Bali yang Bergabung dengan ISIS
Umar dilaporkan tewas dalam sebuah pertempuran di Kota Deir ez-Zur, Rabu pekan lalu (14/10/2015), ketika tengah membela kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).


Baca juga

Pastor Manuel Musallam Berikan Ruang Bagi Umat Muslim Palestina yang Ingin Adzan di Gerejanya

Al-Assad Kunjungi Putin di Moskow, Bahas Lebih Lanjut Pertempuran Lawan ISIS

Keterangan dari Sydney Jones tersebut juga diperkuat oleh pakar terorisme dan intelijen Universitas Indonesia, Wawan Purwanto. Ia mengatakan bahwa Uncu tewas di usia 19 tahun, sesuai dengan berita yang dipublikasikan oleh The Australian (Senin, 19/10/2015).

Uncu tewas di Suriah setelah kurang lebih dua tahun tinggal di negara sarat konflik tersebut. Uncu pun diketahui mewarisi kekayaan sang ayah, yang menjadi pelaku Bom Bali pada tahun 2002 silam.

Bersama dengan Uncu, putra anggota Jamaah Islamiyah Abu Jibril, Ridwan, juga dikabarkan tewas di Suriah pada Maret 2015 lalu. Ridwan diketahui bergabung dengan kelompok Al-Nusra, yang merupakan cabang Al-Qaeda di Suriah. (Deni Suroyo – sisidunia.com)