sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Gajah Liar di Riau Mengamuk Karena “Rumahnya” Terganggu Kebakaran dan Kabut Asap

Gajah Liar di Riau Mengamuk Karena “Rumahnya” Terganggu Kebakaran dan Kabut Asap



Pekanbaru – Sekawanan gajah Sumatera liar dilaporkan mengamuk akibat kebakaran yang melanda hutan habitat mereka. Kebakaran ini disebabkan oleh ulah perambah hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau.
Gajah Liar di Riau Mengamuk Karena "Rumahnya" Terganggu Kebakaran dan Kabut Asap
Amukan kawanan gajah liar ini sempat menghambat proses pemadaman api yang dilaksanakan oleh personil Kostrad TNI AD di kawasan tersebut.

“Selama tiga hari kami memadamkan kebakaran selalu bertemu kawanan gajah liar. Mereka mengamuk, mengeluarkan suara teriakan-teriakan yang sangat keras. Ini membuat proses pemadaman kebakaran jadi sangat rawan,” ujar Komandan Regu Konstrad, Sersan Kepala Dian Syaifullah, kepada wartawan yang berada di lokasi pemadaman, Kabupaten Pelalawan, Jumat (23/10/2015).

Dian menjelaskan bahwa sembilan personil Kostrad diterjunkan untuk memadamkan api yang muncul di wilayah yang disebut dengan nama Bukti Apolo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Tim dari TNI AD tersbeut telah bekerja sejak 20 Oktober 2015 kemarin.

Dian melanjutkan, sesuai dengan keterangan dari petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (Balai TNTN), dikatakan bahwa wilayah terjadinya kebakaran tersebut merupakan salah satu jalur perlintasan dan habitat dari tiga kawanan gajah Sumatera liar.


Baca juga

Istri Godam Mobil Mewah Suami Usai Pergoki Suaminya Selingkuh

Sultan Mahrib Cakra Bayu, Pria Pemburu Burung Kausari yang Kini Jadi “Artis Debutan” di Medsos

Kawasan hutan ini telah menjadi sangat rusak akibat perambahan hutan, dan berubah menjadi kebun kelapa sawit. Dian dan rekan-rekannya, bersama Koramil Pangkalan Kuras, anggota Balai TNTN, dan petugas dari perusahaan PT Indosawit Subur, harus berjuang siang dan malam untuk memadamkan api.

“Awalnya kami berencana menginap di lokasi kebakaran, tapi suasana sangat mencekam dan rawan pada malam hari karena kawanan gajah kerap mengamuk, sehingga kami memutuskan mundur,” terang Dian.

Di siang hari, personil Kostrad pun kerap menemukan titik-titik perkebunan sawit yang rusak berat akibat amukan gajah. (Deni Suroyo – sisidunia.com)