sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Malu, Sungai Epicentrum Itu Bukan Kerjaan Ahok, Tapi Garapan Ridwan Kamil

Malu, Sungai Epicentrum Itu Bukan Kerjaan Ahok, Tapi Garapan Ridwan Kamil



Jakarta – Baru-baru ini akun pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di media sosial Facebook, yang menamakan dirinya dengan “Ahok for Jakarta”, dibuat cukup malu oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Apa yang terjadi?
Malu, Sungai Epicentrum Itu Bukan Kerjaan Ahok, Tapi Garapan Ridwan Kamil
Dikisahkan bahwa admin group “Ahok for Jakarta” mengunggah dua foto sungai yang nampak begitu bersih dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit. Grup ini ingin menunjukkan bahwa di Jakarta sudah ada sungai yang berubah menjadi demikian indah.

“Biarkan fakta yang bicara…#AhokforJakarta,” demikian tulis sang admin.

“Top markotop kereen. Terlihat hasil kerjanya yang sulit,” komentar salah satu simpatisan.

“Asli saya suka kali seperti ini. Thank you Ahok,” tulis lainnya.


Baca juga

Ahok : “Saya Datang Mengajak Profesional di Singapura, Mari Pulang”

Aburizal Bakrie Usung Tantowi Yahya sebagai Penantang Ahok di Pilkada DKI 2017

Euforia tersebut kemudian seakan terbanting ke tanah ketika akun bernama M Ridwan Kamil ikut berkomentar.

“Itu bukan kerjaan Pak Ahok. Itu kerjaan saya dan tim arsitek urbane & Umar Zain landscape untuk BLD. Selesai di jaman Pak Foke. Mohon jangan blunder. nanti Pak Ahok dipermalukan oleh kamu-kamu yang datanya ngaco. hatur nuhun,” demikian

Akun M Ridwan Kamil tersebut sempat disebut sebagai akun abal-abal. Lebih lanjut, Emil–sapaan akrab Ridwan Kamil, kembali menuliskan klarifikasinya, namun melalui media sosial Twitter.

“Sungai Epicentrum di Rasuna itu hasil desain firma arsitek saya dkk utk Bakrieland 2007. Beres tahun 2010an. *fakta,” tweet Emil dalam akunnya, @RidwanKamil.

“Hal tadi untuk meluruskan fakta. sebaiknya biasakan argumentasi dgn fakta. kasian pak Ahok nya. saya dan beliau bersahabat baik. sgt baik.” sambungnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)