Home » Ekonomi & Bisnis » Jokowi Effect Tak Lagi Ampuh Bendung Laju Dolar

Jokowi Effect Tak Lagi Ampuh Bendung Laju Dolar



Jakarta – Banyak pihak mengait-ngaitkan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden. Istilah “Jokowi Effect” pun hadir.

Jokowi Effect Tak Lagi Ampuh Bendung Laju Dolar

19 Maret 2014, IHSG ditutup menguat 14,01 poin ke 4.821. Setelah kejelasan hasil Pilpres, IHSG kembali menguat hingga menembus level level 5.102 atau menguat 9,76 poin pada 24 Juli 2014. Tren positif ini berlanjut hingga 9 April 2015 saat IHSG mencapai level tertingginya pada angka 5.500.

“Sebenaranya apa yang dilakukan pemerintah cukup memadai. Apa yang pak Jokowi bilang kerja, kerja dan kerja cukup mempengaruhi pasar saat itu,” tutur Direktur PT Henan Putihrai Hendra Martono kepada awak media.


Baca juga:

Tepat Setahun Pemerintahan Jokowi JK, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Mengalami Pelemahan
Rupiah Hari Ini Diperkirakan Masih Terus Alami Peningkatan

Namun pengaruh dari Jokowi Effect seolah-olah memudar ketika rupiah mengalami keterpurukan pada bulan September 2015. IHSG pun jatuh ke level 4.301. Rupiah sendiri mengalami pelemahan hingga menyentuh level Rp 14.700 per USD.

“Memang ada pengaruh dari super dolar AS. Kita harus tahu Rupiah terhitung terhadap indeks minus 89,2 persen. Artinya setiap kali Rupiah melemah, 89,2 persen kemungkinan IHSG juga ikut melemah,” imbuhnya. (Yayan – sisidunia.com)