sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dede Yusuf Tak Merasakan Revolusi Mental dalam Setahun Pemerintahan Jokowi JK

Dede Yusuf Tak Merasakan Revolusi Mental dalam Setahun Pemerintahan Jokowi JK



Jakarta – Mantan artis yang kini menjadi Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Dede Yusuf, merasa bingung memberikan tanggapannya ketika wartawan menyodori pertanyaan tentang evaluasi program “Revolusi Mental” yang didengungkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Dede Yusuf Tak Merasakan Revolusi Mental dalam Setahun Pemerintahan Jokowi JK
Secara khusus berbicara tentang kinerja Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Dede Yusuf, mengaku tidak merasakan makna dari Revolusi Mental dalam setahun kinerja Kemenko PMK.

“Saya belum ketemu tuh arti revolusi mental yang sebenernya itu seperti apa. Artinya, apa sih yang mau diangkat? revolusi mental seperti apa? bagimana?” ujar Dede kepada awak media di gedung DPR Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Dede mengilustrasikan, di instansi BKKBN sebagai mitra dari Komisi IX, terdapat program Revolusi Mental. Namun ketika ditanyakan apakah maksud sebenarnya dari program tersebut, tidak ada pejabat BKKBN yang bisa memberikan jawaban yang jelas.

“Kata mereka ‘melatih keluarga yang revolusi mental’. Belum jelas,” terang Dede.


Baca juga

Astaga, Uang Belanja dari Suami Malah Digunakan Istri untuk Sewa Pria Pemuas Nafsu

Menurut Dede, bila berniat untuk merevolusi mental, maka yang pertama harus ditentukan adalah siapa yang menjadi target dari revolusi mental tersebut.

“Karena kita bicara luas sekali ya soal revolusi mental. Karena ini implementasinya belum jelas. Nah, ada cara yang baik. Ketika sudah berbicara revolusi mental itu artinya pendidikan karakter. Artinya, dilakukan di sekolah-sekolah dasar,” tandasnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)