Home » News » Tak Ada Bukti Fisik, Ida Tri Sang Gadis Pemakan Kucing Dilepas Polisi

Tak Ada Bukti Fisik, Ida Tri Sang Gadis Pemakan Kucing Dilepas Polisi



Jakarta – Setelah menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan, Ida Tri, mahasiswi yang mengunggah foto bangkai kucing hutan di media sosial, akhirnya dibebaskan oleh polisi. Sampai saat ini, status Ida memang masih belum menjadi tersangka, melainkan terperiksa.
Tak Ada Bukti Fisik, Ida Tri Sang Gadis Pemakan Kucing Dilepas Polisi
“Tadi malam yang bersangkutan kita pulangkan dan statusnya masih terperiksa,” demikian diungkapkan Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif kepada sejumlah awak media, Senin (19/10/2015) pagi tadi.

Menurut keterangan Sabilul, Ida mengaku bahwa lokasi perburuan kucing hutan tersebut berada di wilayah hukum Polres Lumajang. Oleh karenanya, pihak kepolisian Jember masih melakukan proses koordinasi dengan kepolisian Lumajang.

“Karena itu setelah kita berkoordinasi dengan pihak BKSDA, maka kasus ini kita serahkan ke Polres Lumajang,” lanjutnya lagi.


Baca juga

Suporter Kencing Sembarangan, Ahok : “Kebiasan Orang Hutan Memang Begitu”

Serangan Warga Palestina Tewaskan Satu Tentara Israel dan Lukai 10 Orang Lainnya

Sementara itu, Sunandar Trigunajasa, selaku Kepala BKSDA Jatim III, di Kabupaten Jember, membenarkan bahwa kucing hutan yang dibunuh dan dimasak oleh Ida tersebut termasuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi.

“Keberadaan kucing hutan ini mulai langka, makanya hewan ini termasuk hewan yang dilindungi,” ujar Sunandar.

“Karena itu kita masih berkoordinasi terus dengan kepolisian dan kejaksaan untuk penanganan kasus ini,” tambahnya.
Tak Ada Bukti Fisik, Ida Tri Sang Gadis Pemakan Kucing Dilepas Polisi
Salah satu alasan dilepaskannya IDa dari tahanan polisi adalah kurangnya bukti fisik. Selama ini, bukti yang dimiliki aparat hanyalah bukti foto yang diunggah di media sosial tersebut.

“Saat ini yang ada kan hanya bukti foto-foto saja, tidak ada bukti fisiknya. Karena itu kita akan ke Lumajang untuk mencari bukti tambahan,” sambungnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)