Home » News » Hanya Karena Tak Tepuk Tangan Saat Kim Jong Un Hadir, Warga Korea Utara Bisa Dihukum Mati

Hanya Karena Tak Tepuk Tangan Saat Kim Jong Un Hadir, Warga Korea Utara Bisa Dihukum Mati



Seoul – Seorang pembelot Korea Utara (Korut) baru-baru ini mengungkapkan sebuah doktrin kejam yang diberlakukan oleh pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un.
Hanya Karena Tak Tepuk Tangan Saat Kim Jong  Un Hadir, Warga Korea Utara Bisa Dihukum Mati
Pembelot yang identitasnya masih dirahasiakan tersebut mengatakan bahwa Jong-un kerap kali muncul di depan publik dengan sambutan tepuk tangan yang demikian meriah, misalnya ketika dia berpidato atau memberikan sambutan dalam acara tertentu. Bila warga Korut masih ingin hidup, maka mereka harus ikut bertepuk tangan menyambut kehadiran pemimpin mereka tersebut.

“Anda harus melakukannya kalau anda tidak ingin mati,” ungkap mantan prajurit Korut tersebut dalam sebuah wawancara di Ibukota Korea Selatan, Seoul.

Lebih lanjut, tentara itu pun mengaku telah menyaksikan sendiri eksekusi publik secara berkala yang dilakukan oleh otoritas Korut, hanya karena persoalan tepuk tangan tersebut.

“Jika anda tidak bertepuk tangan, jika anda tertidur, anda ditandai sebagai orang yang tidak mengikuti doktrin Kim Jong Un. Maka anda langsung dieksekusi mati di depan publik,” paparnya.

“Dalam unit kami, ketika saya masih letnan, kita melihat salah satu dari tentara kita sendiri dieksekusi tembak mati. Eksekusi publik. Saya telah melihat banyak eksekusi publik,” kenangnya.

“Ketika Kim Jong Un melakukan sesuatu yang salah, jika orang tidak hidup dengan baik, ia menunjuk ke orang lain dan berkata, anda telah melakukan hal yang salah. Oleh karena itu, orang-orang yang dihukum atau dieksekusi tersebut bukan karena mereka yang telah berbuat kesalahan,” tambahnya.

Adapun tentara pembelot ini mengaku bahwa ia telah mengabdikan dirinya pada kemiliteran Korut selama 20 tahun. Upaya pembelotannya yang pertama membuatnya berakhir di dalam penjara dan menerima penyiksaan selama 15 hari. (Deni Suroyo – sisidunia.com)