sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dubes Israel : “Pemimpin Palestina Telah Membesarkan Bocah-bocahnya Sebagai Teroris

Dubes Israel : “Pemimpin Palestina Telah Membesarkan Bocah-bocahnya Sebagai Teroris



New York – Duta Besar (Dubes) Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, menuduh Pemerintah Palestina telah mendidik anak-anak di sekolah untuk menjadi sosok yang anarkis. Danon pun menampilkan sejumlah gambar yang bersifat instruktif untuk mendukung pernyataannya tersebut.
Dubes Israel : "Pemimpin Palestina Telah Membesarkan Bocah-bocahnya Sebagai Teroris
Seperti dilansir dari Russia Today (Minggu, 18/10/2015), dalam forum pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, Danon memaparkan bagaimana cara-cara tersistem yang dilakukan oleh pemuda Palestina untuk melakukan serangan pisau kepada warga Yahudi.

“Para pemimpin Palestina telah membentuk inkubator untuk membesarkan bocah-bocahnya sebagai teroris,” jelasnya.

Begitu serius dengan ucapannya tersebut, Danon juga menampilkan presentasi berbentuk gambar tubuh manusia. Kemudian, ia menjelaskan tentang titik-titik sasaran penusukan yang bisa menimbulkan luka paling parah.


Baca juga

Apa yang Salah dengan Foto Jokowi Ini ? Kenapa Mendadak Heboh ?

Gelar Kegiatan Sosial, 100 Sosialita Surabaya Jadi Pekerja Bangunan

Menurut Danon, pendidikan tentang titik-titik vital manusia tersebut merupakan bagian dari kurikulum sekolah di Palestina.

“Ilustrasi ini diajarkan di sekolah-sekolah menengah, di sekolah tinggi, dan sekolah dasar. Daripada mendidik tentang perdamaian dan toleransi, para pemimpin Palestina malah mencuci otak anak-anak dengan hasutan dan kebencian,” paparnya.

Tuduhan Danon ini memang terkesan konyol dan mengada-ada. Sebab, gambar-gambar mengenai diagram bentuk tubuh manusia beserta peredaran darahnya tersebut sangat mudah didapatkan di dunia maya/internet. (Deni Suroyo – sisidunia.com)