Home » News » Apa yang Salah dengan Foto Jokowi Ini ? Kenapa Mendadak Heboh ?

Apa yang Salah dengan Foto Jokowi Ini ? Kenapa Mendadak Heboh ?



Jakarta – Belum lama ini, beredar sebuah foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang cukup kontroversial. Foto tersebut diunggah oleh akun Direktur Eksekutif Indonesian Conference on Religion and Peace, Mohammad Monib, pada Sabtu (17/10/2015) kemarin.
Apa yang Salah dengan Foto Jokowi Ini ? Kenapa Mendadak Heboh ?
Monib sendiri tidak menjelaskan tentang kapan foto tersebut diambil, apakah ketika Jokowi sudah menjabat sebagai Presiden RI, ataukah ketika Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Bersama dengan foto yang diunggah di media Facebook tersebut, Monib hanya menuliskan,

“BENARKAH FOTO INI ASLI? Jokowi itu lurus, apa adanya dan lugu. Bila foto ini benar dan asli, he he he inilah yang saya sukai. Ada 3 Presiden RI yang semodel. Soekarno, Gus Dur dan Jokowi. Sedapnya.”

Foto tersebut memperlihatkan Jokowi yang sedang menyalami seorang bapak-bapak dalam sebuah acara yang mirip dengan open house. Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana, tampak berpakaian resmi, menyambut seorang bapak tua dan anak-anak yang berpakaian seadanya dan hanya mengenakan sandal jepit.

Foto tersebut pun menuai komentar dari netizen.

“kepala negara harus seperti ini, tidak menganggap dirinya tinggi tpi sama dengan rakyatnya . . (like emoticon like emoticon like emoticon),” tulis akun Hensen Zinolo Sinaga Bonor.

“(LOL)… menurut gw gak pantes karakter seorg kepala negara itu masih LUGU (pacman emoticon),” tulis akun Reren.

“Foto ini asli pak, waktu beliau br dilantik jd presiden,” tulisa akun Arif Widodo.

“pasti nanti ada yg koment pencitran. . .” tulis akun Wijiono.

“Ini pencitraan…pura2 nerima orang pake sendal. Udh di setting ..sama ajudan,” tulis akun Hena Susanty.

Dari foto tersebut, muncul beberapa jenis komentar. Ada yang memuji dengan sikap Jokowi yang dianggap sangat merakyat, dan tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Ada pula yang menuduh bahwa foto tersebut merupakan rekayasa dan hanya ditujukan untuk pencitraan.

Sampai saat ini, memang belum jelas kapan foto tersebut diambil dan pesan apa yang ingin disampaikan dalam foto tersebut. Penilaian ini tentunya kembali kepada pendapat dari masyarakat Indonesia. (Deni Suroyo – sisidunia.com)