sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Mahasiswa Biasanya “Jatuh Miskin” Karena Habiskan Uang Untuk Beli Ini

Mahasiswa Biasanya “Jatuh Miskin” Karena Habiskan Uang Untuk Beli Ini



Jakarta – Kebutuhan mahasiswa biasanya masih bergantung pada uang saku yang diberikan atau dikirimkan dari orang tua. Karena itulah, mahasiswa diharapkan selalu cermat dalam membelanjakan uang saku tersebut, terutama bagi mereka yang kuliah di luar kota.
Mahasiswa Biasanya "Jatuh Miskin" Karena Habiskan Uang Untuk Beli Ini
Sekedar saran, berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan mahasiswa “jatuh miskin” bila mereka tidak berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

1. Pulsa

Pulsa (telepon atau internet) memang merupakan satu kebutuhan pokok bagi mahasiswa. Meski demikian, mahasiswa juga harus mencermati penggunaan pulsanya, jangan sampai ketika ada kebutuhan mendadak atau penting, misalnya urusan tugas kuliah atau urusan dengan dosen, mereka justru kehabisan pulsa.

Penggunaan pulsa yang tidak cermat berpotensi menguras keuangan mahasiswa sedikit demi sedikit hingga tak terasa, uang saku/kiriman menjadi semakin menipis.

2. Hang out

Hang out atau nongkrong di cafe atau bahkan club malam memang merupakan bagian dari kehidupan sosial mahasiswa. Tapi, ingat, terlalu sering hang out bersama teman-teman, terutama di cafe atau club yang berkelas, juga bisa membuat kantong anda kering terlalu dini.

3. Gadget terbaru

Mahasiswa sering kali terpancing untuk selalu membeli gadget keluaran paling baru. Update gadget memang sah-sah saja, namun ingat, jangan sampai hal tersebut lantas menguras seluruh uang saku dari orang tua.

4. Belanja

Berburu fashion item terkini merupakan salah satu godaan tersendiri bagi mahasiswi. Sesekali membali baju, tas, atau sepatu memang sah-sah saja, tapi ingat untuk selalu mengendalikan diri agar tidak membelanjakan uang saku pada hal-hal yang kurang bermanfaat.

(Deni Suroyo – sisidunia.com)