Home » Gaya Hidup » Foto “Hasil Akhir” Duel Antar Rubah Ini Menangkan Kontes Fotografer Dunia

Foto “Hasil Akhir” Duel Antar Rubah Ini Menangkan Kontes Fotografer Dunia



Kanada – Sebuah foto yang memperlihatkan “hasil akhir” dari pertarungan antara dua ekor rubah dipilih sebagai foto terbaik dalam Wildlife Photographer of the Year 2015, sebuah kontes foto alam liar terbaik di tingkat dunia. Orang yang berada di belakang kamera dari foto tersebut adalah Don Gutoski, seorang fotografer amatir.
Foto "Hasil Akhir" Duel Antar Rubah Ini Menangkan Kontes Fotografer Dunia
Seperti dilansir dari BBC (Rabu, 15/10/2015), Gutoski mengambil gambar tersebut di Taman Nasional Wapusk, Kanada.

“Ini foto terbaik yang pernah saya ambil,” ujar Gutoski.

“Foto tersebut menggambarkan simetri kepala, tubuh, dan ekor, bahkan ekspresi di wajah dua binatang,” jelasnya.

Foto tersebut menampilkan rubah merah yang sedang menggigit leher rubah putih yang menjadi lawannya dalam sebuah duel. Foto berdarah-darah ini mengungguli sekitar 42.000 foto lainnya yang diterima oleh panitia.


Baca juga

Penting ! Menyimpan Telur di Kulkas Ternyata Berbahaya

Simak, Kenali Ciri Dan Tanda Pria Mulai Selingkuh

Meski menampilkan darah, Kathy Moran, salah satu juri dalam kontes Wildlife Photographer of the Year, menganggap bahwa foto milik Gutoski ini tidak memberikan kesan mengerikan.

“Bahkan, kalau Anda pertama kali melihatnya, seolah-olah si rubah merah tengah menanggalkan mantelnya,” ujar Moran, yang juga bekerja sebagai editor di majalah terkenal National Geographic tersebut.

Selain itu, foto tersebut juga memiliki pesan yang kuat mengenai lingkungan, seleksi alam, dan perubahan iklim. Sebab, tidak seharusnya rubah merah memasuki wilayah kekuasaan rubah Arktik.

“Rubah merah sekarang bisa leluasa masuk ke daerah-daerah di dekat Kutub Utara yang tadinya dikuasai rubah Arktik. Peluang pertarungan antara dua jenis rubah ini akan makin sering terjadi,” terang Moran.

Foto tersebut juga menandakan bahwa posisi rubah merah telah semakin terusir dari habitatnya saat ini, sehingga ia harus bermigrasi menuju satu wilayah baru yang memiliki kompetisi yang cukup menyulitkan. (Deni Suroyo – sisidunia.com