sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Jarang Main Sinetron, Marsha Aruan Kini Disebut Artis Endorse-an

Jarang Main Sinetron, Marsha Aruan Kini Disebut Artis Endorse-an



Jakarta – Telah mulai jarang bermain sinetron, artis Marsha Aruan kini diberi julukan “Artis Endorse-an”. Artinya, ia lebih sering tampil untuk mempromosikan produk seseorang ketimbang berakting di layar kaca seperti dulu.
Jarang Main Sinetron, Marsha Aruan Kini Disebut Artis Endorse-an
Menanggapi hal ini, Marsha merasa tidak ada yang salah dengan rutinitasnya untuk memamerkan produk tertentu di akun Instagram pribadinya. Selain berfungsi sebagai sebuah simbiosis mutualisme, ia juga menikmati aktivitas tersebut.

Untuk membantu promosi produk tersebut, Marsha selalu menampilkan foto-foto yang bagus dan sesuai dengan tema dan spesifikasi produk yang dia promosikan.

“Makanya aku selalu siasati dengan foto yang bagus, dengan background yang bagus. Jadi aku kasih yang terbaik,” ungkap Marsha.


Baca juga

Chelsea Olivia : “Tidur Bareng Itu yang Pasti Seru”

Masyarakat Arab Ternyata Suka Banget dengan Aktor Tampan Korea Lee Min Ho

Selain itu, perempuan kelahiran 24 Oktober 1996 tersebut juga tak “asal comot” dalam menerima tawaran endorse. Ada beberapa aspek yang menjadi perhatiannya.

“Aku juga nggak sesering itu. Nggak seekstrem misal dari atas sampai kaki endorse semua. Paling cuma casing handphone, aku milih-milih juga. Tiap hari endorse, aduh pusing. Itu kan dikejar-kejar juga, mereka minta foto juga,” jelasnya.
Jarang Main Sinetron, Marsha Aruan Kini Disebut Artis Endorse-an
Terkait “pekerjaan barunya” yang memanfaatkan media sosial Instagram tersebut, Marsha sempat mengalami kejadian buruk. Bintang “Garuda di Dadaku” ini pernah menjadi korban hacker, yang menuntut sejumlah uang agar akun Instagram-nya bisa kembali sedia kala.

“Jadi mereka nawarin software anti hack dengan membayarkan sejumlah uang. Hampir kena, tapi aku cepat lapor Instagram meski mereka balasnya sehari satu kali. Hacker itu minta Rp 3 juta, tapi aku pikir, kayaknya nggak mungkin banget. Nanti juga pasti mereka hack lagi,” kenangnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)