sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kasus Pembakaran Gereja Di Aceh Singkil Kini Seret Nama Bupati

Kasus Pembakaran Gereja Di Aceh Singkil Kini Seret Nama Bupati



Banda Aceh – Pembakaran dan penyerangan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Aceh Singkil pada Selasa (13/10/2015) mengundang kecaman dari Setara Institute.

Kasus Pembakaran Gereja Di Aceh Singkil Kini Seret Nama Bupati

Setara Institute menilai penyerangan tersebut merupakan ancaman kepada puluhan gereja lainnya yang terdapat di Aceh Singkil.

Tim riset Setara Institute pun menuding jika Bupati Aceh Singkil, Apriadi, turut serta atas pembakaran ini.

“Penyerbuan oleh ribuan orang tersebut dilakukan atas restu dan berdasarkan keputusan Bupati Sapriadi yang didukung oleh pejabat daerah lainnya untuk membongkar gereja-gereja, yang menurutnya merupakan kesepakatan yang dilakukan pada tahun 1979,” ujar Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani kepada awak media (Selasa, 14/10/2015).


Baca juga:

Korban Akibat Kerusuhan Pembakaran Gereja di Aceh Singkil Mencapai 5 Orang
Ahok Komentari Anggaran DPRD Sebesar 16 M untuk Beli Laptop

Lebih lanjut, Ismail juga mengungkapkan jika penyerangan tersebut juga didasari oleh Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh 25/2007 tentang Pedoman Pendirian Rumah Ibadah, yang isinya sangat diskriminatif . Dengan alasan yang sama, pada Mei 2012 sebanyak 20 rumah ibadah di Singkil juga ditutup oleh warga.

“Setara Institute menyimpulkan, berulangnya peristiwa penyerangan tempat ibadah di Aceh adalah karena kegagalan kepemimpinan Zaini Abdullah dalam mengelola keberagaman di Aceh. Politik penyeragaman atas nama mayoritas dan Islam telah menghalalkan berbagai tindakan kekerasan di Aceh, termasuk penyerangan tempat ibadah,” ujar Ismail. (Yayan – sisidunia.com)