Home » Ekonomi & Bisnis » Jusuf Kalla Desak Freeport Membayar Pajak Lebih Tinggi

Jusuf Kalla Desak Freeport Membayar Pajak Lebih Tinggi



Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), berpendapat bila PT Freeport Indonesia berniat untuk memperpanjang kontraknya, maka mereka harus bersedia merogoh koceknya lebih dalam. Pasalnya, pemerintah memang merencanakan untuk meningkatkan pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Jusuf Kalla Desak Freeport Membayar Pajak Lebih Tinggi
“Harus pajaknya lebih tinggi dan lebih tinggi. Juga investasinya harus mencakup menyentuh rakyat banyak. Harus lebih besar pendapatan negara. Itu harus. Harus lebih baik daripada yang dulu, itu jelas,” tegas JK ketika ditemui wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Mengenai masalah besaran pajak yang harus dibayarkan oleh Freeport, hal tersebut merupakan kewenangan dari Menteri ESDM, Sudirman Said.

Meski Pemerintah Indonesia terkesan ingin menguras Freeport, wapres memastikan bahwa perundingan antara pemerintah dan Freeport akan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Perundingan tersebut berjalan sangat alot dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Nah perundingan itu menuju bagaimana ada win-win, ada manfaat besar kepada negara, juga tentu ada manfaat kepada investor mesti begitu. Nah di situlah perundingannya yang ketat .Hingga perundingannya sudah berlangsung lebih setahun ini, bukan main-main ini,” papar dia.

JK mengakui bahwa Indonesia masih membutuhkan tangan-tangan asing untuk mengeksploitasi sumber daya alam di seluruh wilayah Nusantara. Meski demikian, hal tersebut juga harus dilakukan dengan proporsional, dan tentunya membawa manfaat yang lebih besar kepada rakyat dan negara.

“‎Keadaan hari ini, masa lalu, masa datang tetap indonesia butuh mengeksploitasi kekayaan alamnya untuk kepentingan bangsa ini,” tambahnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)