Home » News » Apa Resikonya Jika Ada Warga Yang Tak Mau Ikut Bela Negara ?

Apa Resikonya Jika Ada Warga Yang Tak Mau Ikut Bela Negara ?



Jakarta – Irmanputra Sidin selaku Ahli hukum tata negara mengungkapkan jika program bela negara yang tengah disiapkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berpotensi untuk bertentangan dengan UUD RI 1945.

Apa Resikonya Jika Ada Warga Yang Tak Mau Ikut Bela Negara ?

“Konsep bela Negara yang dirancang Kemenhan itu terkait dengan pertahanan Negara. Segala konsep pertahanan Negara, bela Negara apa lagi yang dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan, maka itu harus melalui proses persetujuan langsung rakyat,” kata Irmanputra (Rabu, 14/10/2015).

Menurut Irmanputra, bela negara bukanlah murni urusan pemerintahan, melainkan urusan dari negara.

“Makanya UU pertahanan Negara tidak banyak memberikan otoritas kepada pemerintah untuk mengatur lebih lanjut konsep pertahanan negara cq bela Negara,” ujar pendiri dari Sidin Constitution (law office) tersebut.

“Bela negara memang kewajiban warga Negara untuk membela Negara sesuai dengan UUD, namun tidak serta merta pemerintah bisa melakukan proses intimidasi bahwa bagi warga Negara yang tidak ikut program bela negara sebaiknya hengkang dari Republik ini,” tegasnya.


Baca juga:

Foto Gereja Yang Dibakar Di Aceh Singkil Yang Kini Sudah Rata Dengan Tanah
Sebagai Kepala BIN, Sutiyoso Dinilai Gagal Antisipasi Kerusuhan di Aceh Singkil

“Jangankan warga Negara yang melanggar kewajibannya, Presiden saja melanggar kewajiban konstitusionalnya maka rakyat tidak bisa mengusir Presiden. Apalagi rakyat sebagai pemegang kedaulatan hanya karena tidak mengikuti program bela Negara kemudian dia diusir dari Negaranya,” lanjut Irmanputra.

Apakah hal tersebut akan menjadi ancaman terhadap konstitusi dan demokrasi? Kita nantikan saja. (Yayan – sisidunia.com)