sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Ada Zat Kimia yang Keluar Dalam Tubuh Manusia Ketika Jatuh Cinta

Ada Zat Kimia yang Keluar Dalam Tubuh Manusia Ketika Jatuh Cinta



Jakarta – Jatuh cinta merupakan sebuah perasaan yang pasti akan dialami oleh semua manusia. Perasaan ini sering kali datang tiba-tiba dan kita pun tidak bisa menjelaskan mengapa kita bisa jatuh cinta dengan seseorang.
Ada Zat Kimia yang Keluar Dalam Tubuh Manusia Ketika Jatuh Cinta
Ternyata, cinta merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya dialami oleh perasaan saja. Tubuh juga akan bereaksi secara biologis ketika kita merasakan panah Cupid menusuk ke dalam hati. Reaksi fisik yang disebabkan oleh perasaan jatuh cinta adalah perilisan sejumlah zat kimia (hormon) di dalam tubuh.

Seperti dilansir dari The Art of Charm, saat mengalami jatuh cinta, kita tentunya akan mengalami sebuah kegembiraan. Dalam keadaan ini, otak akan mengeluarkan hormon dopamin yang berefek pada peningkatan hormon testosteron.

Sementara itu, di dalam tubuh wanita, akan diproduksi zat neropinephrine dan phenylethylamin. Kedua zat ini mengakibatkan munculnya perasaan senang, dunia seakan berbunga-bunga, dan kita akan selalu mengingat si dia dan cenderung melupakan hal-hal lainnya.


Baca juga

Gambar Lucu Meme Zionis dan Illuminati yang Ada di Sekitar Kita

Anak Yang Lahir Bulan Juni Hingga Agustus Ternyata Memiliki Kelebihan Khusus

Ketika gayung mulai bersambut, dan dua sejoli sudah mulai jalan berduaan, hormon berikutnya yang akan dikeluarkan adalah oxytocin. Hormon ini memberikan rasa nyaman di dalam diri kita. Pada wanita, oxytocin akan diproduksi dengan lebih banyak dibandingkan dengan pasangannya.

Penggabungan dari hormon-hormon opamin, testosteron, oxytocin, nerophinephrine dan phenylethylamine tersebut akan membuat kita selalu ingin berdekatan dengan sang pujaan hati. Keberadaannya seperti sebuah candu yang membuat kita ketagihan bahkan sakau tanpa kehadirannya.

Dalam keadaan ini, tentunya kita harus berjuang untuk tetap mempertahankan “kesadaran” dan pemikiran logis kita. Hal tersebut perlu diperhatikan agar kita tak lantas lalai dan terjerembab dalam perangkap-perangkap cinta yang tentunya, bisa menjerumuskan kita pada hal-hal yang tidak kita inginkan.

Selamat jatuh cinta!

(Deni Suroyo – sisidunia.com)