Home » News » Sejak 2011, Rusia Telah Berlakukan Hukuman Kebiri Kimia Untuk Pelaku Pedofil

Sejak 2011, Rusia Telah Berlakukan Hukuman Kebiri Kimia Untuk Pelaku Pedofil



Jakarta – Bila Indonesia masih terus berjuang untuk mengatasi kasus-kasus pencabulan dan pedofilia, baik di ranah pencegahan hingga penegakan hukum dan perundang-undangan, Rusia sudah memberlakukan hukuman yang cukup mengerikan bagi para “predator” tersebut. Sejak tahun 2011 lalu, Parlemen Rusia telah memberlakukan hukuman kebiri kimia (chemical castration) kepada pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah usia 14 tahun.
Sejak 2011, Rusia Telah Berlakukan Hukuman Kebiri Kimia Untuk Pelaku Pedofil
Sebelum melakukan prosedur kebiri kimia tersebut, pengadilan Rusia terlebih dahulu meminta laporan dari psikiater forensik mengenai kondisi mental sang pelaku. Prosedur kemiri kimia ini dilakukan dengan menggunakan obat depo provera yang berisi progesteron sintetis. Fungsinya adalah untuk menurunkan hasrat dan kemampuan seksual dari pelaku pedofilia tersebut.

Setelah menjalani kebiri kimia, pedofil-pedofil tersebut akan melanjutkan hukumannya di penjara. Mereka bisa mengajukan bebas bersyarat ketika telah menjalani 80 persen masa hukumannya.

Seperti dilansir dari Russia Today (Selasa, 13/10/2015), pengesahan hukuman mengerikan ini disebabkan oleh meningkatnya aksi kejahatan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Negeri Beruang Merah tersebut.

Anton Belyakov, salah anggota Parlemen Rusia, mengatakan bahwa pada tahun 2008, lebih dari 1,300 anak-anak Rusia telah mengalami kekerasan seksual. Selain itu, pada tahun yang sama, 5.233 anak juga mengalami kejahatan seksual non-kekerasan.

Dan lebih parahnya lagi, mayoritas pelaku yang telah dihukum akan mengulangi perbuatannya tersebut ketika sudah dibebaskan dari tahanan.

“Sebanyak 97 persen dari pelaku pedofilia ini mengulangi kejahatan yang sama setelah dibebaskan,” tambah Belyakov.

Sebelumnya, hukuman terberat untuk pelaku pedofilia di Rusia adalah berupa kurungan penjara selama 8 hingga 15 tahun. Namun pada kenyataannya, mereka hanya mendekam di bui selama tiga atau empat tahun saja, dan akan “berburu” lagi ketika sudah dibebaskan. (Deni Suroyo – sisidunia.com)