sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Hanya Karena Berhijab, Siswi Berusia 10 Tahun Ini Dituduh Teroris

Hanya Karena Berhijab, Siswi Berusia 10 Tahun Ini Dituduh Teroris



Birmingham – Seorang siswi SD di Inggris yang berusia 10 tahun dan beragam Islam baru-baru ini dilaporkan ke polisi gara-gara dituduh menjadi teroris. Pihak sekolah menuduh bocah tersebut telah menganut aliran radikal setelah ia melakukan protes karena tidak menemukan mushola ketika melakukan karyawisata.
Hanya Karena Berhijab, Siswi Berusia 10 Tahun Ini Dituduh Teroris
Seperti dilansir dari DAily Mail (Selasa, 13/10/2015), bocah yang bisa dikatakan sebagai korban Islamophobia ini bersekolah di Parkfield Community School di Birmingham, Inggris.

Selain melakukan protes, ia juga menghimbau kepada siswi lain yang beragama Islam untuk mengenakan hijab. Lebih jauh lagi, guru-guru di SD itu juga mengatakan bahwa siswi tersebut memiliki pandangan yang berbeda tentang kasus penyerangan kantor berita Charlie Hebdo di Paris, Perancis.

Menurut pihak guru, tingkah laku siswi ini terlihat semakin berubah ketika ia mengikuti studi tur yang diadakan oleh sekolah. Anak ini menunjukkan sikap yang dinilai semakin radikal.

“Siswa tersebut menyuruh para siswi yang pada saat itu memang tidak menggunakan kerudung (beragama Islam) untuk menggunakan kerudung,” kata Hazel Pulley, kepala sekolah Parkfield Community School.

“Siswa tersebut juga menunjukkan pandangannya terhadap beberapa insiden yang melibatkan radikalisme, dan bila digabungkan menjadi hal yang mengkhawatirkan. Ia juga memberikan pandangan ‘alternatif’ terhadap penyerangan di Charlie Hebdo pada gurunya, setelah mendengar tersebut kami langsung menyerahkannya kepada pihak otoritas,” imbuhnya.

Sejatinya, apa yang dilakukan sekolah ini memang tidak ada yang salah. Sebab, pihak Pemerintah Inggris telah memberlakukan Undang-Undang pencegahan terhadap indikasi berkembangnya radikalisme dan ekstremisme. (Deni Suroyo – sisidunia.com)