sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Bukan dengan Memberi Mainan Canggih

Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Bukan dengan Memberi Mainan Canggih



Jakarta – Kebanyakan orang tua modern menganggap bahwa dengan memberikan mainan canggih, maka otak si kecil akan terstimulasi dan hasilnya adalah peningkatan kecerdasan bagi si buah hati. Namun demikian, anggapan yang demikian ini justru keliru.
Cara Meningkatkan Kecerdasan Anak Bukan dengan Memberi Mainan Canggih
Seperti dilansir dari Parents (Selasa, 13/10/2015), dr. Andrew Adesman, dokter anak yang berkantor di New Hyde Park, New York, Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa belum ada bukti nyata dan empiri yang mengatakan bahwa mainan jenis tertentu berkaitan dengan peningkatan kecerdasan seorang anak. Yang bisa menstimulasi otak si kecil adalah banyaknya ia mengeksplorasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

“Balita perlu belajar dengan mengeksplorasi lingkungannya. Semakin banyak dia dikenalkan dengan lingkungan tertentu, itu akan menstimulasi otaknya. Jadi mainan canggih tidak diperlukan,” terangnya.

Andrew menjelaskan lagi bahwa anak yang masih bayi memiliki preferensi visual pada warna hitam dan putih. Meski demikian, orang tua tidak perlu menjejali pikiran dan lingkungan si kecil hanya dengan dua warna ini saja.


Baca juga

Apa Yang Harus Dilakukan Oleh Orang Tua Saat Anak Remaja Mulai Merasakan Jatuh Cinta ?

Sementara itu, Astrid Wen, seorang psikolog dari Tiga Generasi, menghimbau kepada orang tua untuk mengenali mainan yang sesuai dengan usia dan kemampuan si anak. Jangan sampai anak yang masih kecil bermain dengan mainan yang seharusnya dimainkan oleh kakaknya, dan demikian sebaliknya.

Jangan berikan alat bermain terlalu susah. Misalnya lego buat anak 3 tahun. Di usia tersebut, anak memerlukan lebih banyak stimulasi suara, gerak. Ajak dia bernyanyi, olahraga seperti main bola dan sebagainya. Atau berikan saja balok kayu tanpa warna. Biarkan imajinasinya tak berbatas,” papar Wen. (Deni Suroyo – sisidunia.com)