sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Tampilkan Adegan Berdarah, Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Disemprit KPI

Tampilkan Adegan Berdarah, Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Disemprit KPI



Jakarta – Sinetron ber-episode super panjang, “Tukang Bubur Naik Haji The Series” yang ditayangkan oleh RCTI baru-baru ini disemprit oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pasalnya, sinetron yang mengangkat tema reliji tersebut sempat menampilkan adegan berdarah.
Tampilkan Adegan Berdarah, Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Disemprit KPI
Dalam surat edaran tertanggal 7 Oktober 2015 yang dikeluarkan oleh KPI, disebutkan bahwa di dalam episode yang ditayangkan pada tanggal 21 September 2015, pukul 19.39 WIB, sinetron ini telah melanggar ketentuan KPI. Tayangan ini mempertunjukkan sebuah adegan kekerasan dimana seorang pria dipukuli wajahnya hingga berdarah-darah.


Baca juga

Gara-gara Foto, Lia “Trio Macan” Kini Dituding Sebagai WIL Shaheer Sheikh

Foto Bambang Aditya Trihatmanto, yang Gantengnya Bikin Baper

Bagi KPI, adegan tersebut tidak layak ditayangkan karena berpotensi untuk ditiru oleh masyarakat, utamanya dari kalangan pemuda atau remaja. Maka dari itu, KPI menetapkan bahwa episode tersebut telah melanggar peraturan perlindungan remaja, pelarangan adegan kekerasan,dan penggolongan program siaran.
Tampilkan Adegan Berdarah, Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Disemprit KPI
KPI Pusat menetapkan bahwa sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 14 dan Pasal 21 Ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a. Sanksi yang dijatuhkan kepada sinetron ini adalah berupa Teguran Tertulis.

Selain itu, KPI juga mencatatkan munculnya kata-kata kasar “setan lo ya!” yang muncul dalam episode yang sama. Meski dalam kesempatan ini masih bisa ditolerir, bila kata-kata semacam ini sampai muncul kembali (tidak disensor), maka bisa menyebabkan sinetron tersebut dijatuhi sanksi administratif berupa penghentian sementara, seperti yang telah diatur dalam Pasal 80 jo. Pasal 24 SPS KPI Tahun 2012.