Home » Gaya Hidup » Benarkah Anak Sulung Cenderung Menderita Rabun Jauh dan Dekat ?

Benarkah Anak Sulung Cenderung Menderita Rabun Jauh dan Dekat ?



Jakarta – Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa anak sulung atau pertama memiliki sifat pemimpin, pengatur, namun sedikit ‘bossy’. Selain itu, studi terbaru menemukan bahwa anak sulung juga cenderung mengalami rabun jauh sehingga ia pun membutuhkan kacamata untuk membantu penglihatannya. Benarkah demikian?
Benarkah Anak Sulung Cenderung Menderita Rabun Jauh dan Dekat ?
Dilansir dari Time (Sabtu, 10/10/2015), hasil studi tersebut diperoleh setelah para ilmuwan menganalisa data dari British Biobank, yang melibatkan sekitar 90 ribu orang dewasa di rentangan usia 49-69 tahun. Disebutkan bahwa para peneliti menggabungkan data demografi dengan kebiasaan para responden, mulai dari kegiatannya di luar ruangan, detai, riwayat pendidikan, serta kesehatan mata.

Jeremy Guggenheim, seorang profesor mata dari Cardiff University’s Eye Clinic, mengungkapkan bahwa dari hasil analisa tersebut, ditemukan bahwa 10 persen anak sulung sudah menderita rabun jauh dan menggunakan kacamata, sementara 20 persen lainnya menderita gejala rabun jauh. Hasil analisa dari anak kedua, ketiga, dan seterusnya tidak menunjukkan hal tersebut.

Para ilmuwan pun berasumsi bahwa faktor dorongan untuk mencapai pendidikan terbaik, menjadi paling pandai, dan teladan bagi adik-adiknya bisa memicu fenomena ini.

“Asumsi saya, anak tertua lebih banyak menghabiskan waktu untuk pendidikan sehingga relatif sering berada di dalam ruangan, misalnya untuk membaca atau belajar,” jelas Guggenheim. (Deni Suroyo – sisidunia.com)