Home » Gaya Hidup » Artikel Parenting, Chatting Sebelum Tidur Beresiko Menurunkan Kemampuan Otak Remaja

Artikel Parenting, Chatting Sebelum Tidur Beresiko Menurunkan Kemampuan Otak Remaja



New Jersey – Sebuah studi terbaru mengatakan bahwa aktivitas chatting atupun berkirim sms sebelum tidur, yang biasa dilakukan oleh kaum remaja, ternyata bisa menurunkan kemampuan otak. Menurunnya kemampuan otak tentunya akan berakibat pada penurunan prestasi akademik di sekolah.
Artikel Parenting, Chatting Sebelum Tidur Beresiko Menurunkan Kemampuan Otak Remaja
Penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di New Jersey, Amerika Serikat (AS) ini mengatakan bahwa kegiatan chatting sebelum tidur justru bisa menjadikan remaja tersebut kekurangan jam tidur, dan tentunya menjadi mengantuk di sekolah. Sebab, kegiatan ini justru menjadikan anak tidak segera tidur, meski telah merebahkan diri di atas tempat tidur.

Penelitian ini melibatkan 3.200 responden remaja di usia SMP dan SMA di AS. Hasilnya, ditemukan bahwa 62 persen remaja cukup intens bermain gadget sebelum tidur malam sehingga tak jarang melewati jam tidur mereka atau bahkan sampai dini hari.

Dari jumlah tersebut, terdapat 52 persen remaja yang menggunakan telepon selulernya untuk SMS dan meng-update media sosial mereka. Lalu, terdapat juga 21 persen remaja yang melakukan chatting.

“Penelitian kami menegaskan, bahwa banyak remaja yang chatting larut malam ketika mereka harus tidur. Perilaku ini lebih sering terjadi pada remaja yang lebih tua, terutama mereka yang berada di usia sekolah menengah atas, dan kebanyakan ialah anak perempuan,” ungkap Vincent DeBari, salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian ini.

DeBari sendiri merupakan direktur penelitian di Seton Hall University School of Health and Medical Science. Ia mengatakan bahwa aspek paling mengkhawatirkan dari fenomena ini adalah berkurangnya kualitas dan kuantitas tidur pada anak atau remaja yang berimbas pada penurunan kemampuan otak, seperti tingkat kewaspadaan dan kemampuan menyerap pelajaran di sekolah.


Baca juga

>Kalau Mengaku Pria, Anda Wajib Memiliki Pakaian Dengan Warna Ini

Jika Mengalami Gejala Ini, Kemungkinan Anda Terserang Stroke

Dr. Peter Polos, salah satu anggota divisi obat tidur di JFK Neuroscience Institute, menambahkan bahwa smartphone mereka bisa memberikan stimulasi yang menyebabkan remaja susah tidur.

“Hal ini menyebabkan stimulasi berlebih pada tubuh remaja. Cahaya dari perangkat elektronik dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membuat seseorang ingin tertidur. Sehingga, para remaja menjadi kesulitan tidur karena tak merasakan kantuk,” paparnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)