sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tiap Suaminya Minta “Gituan”, Sang Istri Minta Dibayar Rp 500 Ribu

Tiap Suaminya Minta “Gituan”, Sang Istri Minta Dibayar Rp 500 Ribu



Jakarta – Ada sesuatu yang unik dari materi sidang perceraian pasangan Agus dan Mawar (bukan nama sebenarnya) yang sedang diperkarakan di Pengadilan Agama Surabaya, pada Senin (6/10/2015) kemarin. Agus menggugat cerai Mawar lantaran dirinya selalu dimintai ongkos Rp 500.000 setiap meminta Mawar untuk berhubungan intim. Hal ini tentunya kurang wajar, karena mereka sudah berstatus resmi sebagai suami-istri.
Tiap Suaminya Minta "Gituan", Sang Istri Minta Dibayar Rp 500 Ribu
Menurut pengakuan Agus, ketika bisnis perkebundan dan pertambangannya masih berjaya, ia memang selalu memberikan uang belanja kepada Mawar sebesar Rp 1 hingga 2 juta setiap harinya. Namun malang, usahanya tersebut telah bangkrut beberapa tahun ke belakang ini.

Untuk bisa menyambung hidup, Agus pun harus menggunakan uang warisannya sebesar Rp 1 miliar untuk modal usaha. Dengan modal tersebut, Agus pun membuka bisnis rental mobil dan warnet. Keuntungan dari usaha ini tak sebesar bisnisnya yang terdahulu.

Hidup pun menjadi pas-pasan. Sang istri yang semula hidup bermewah-mewah pun harus mengubah gaya hidupnya.

“Mau tidak mau, istri saya harus mengubah kebiasan hidupnya yang dulu sering shoping dan hura-hura,” ujar Agus.


Baca juga

Banyak Pelanggaran, Ahok Ancam Akan Coret Go-Jek Dari DKI

Anggota ISIS Jadikan Masjid sebagai Tempat Berlindung dari Serangan Rusia

Meski demikian, sebenarnya Agus masih sanggup memberikan uang belanja sebesar Rp 200 ribu per hari di luar biaya sekolah anak, listrik, PDAM, dan lain-lain. Namun tampaknya sang istri masih belum puas, dan menuntut ongkos Rp 500 ribu untuk sekali “begituan”.

“Sekali servis saya harus ngasih uang gopek ceng (Rp500 ribu). Kalau minta dua kali, ya berarti saya bayar ce tiao (atau Rp 1 juta),” terang pria keturunan Jawa-Tionghoa tersebut.

Awalnya Agus mengaku masih menyanggupi syarat ini. Namun lama-kelamaan, dirinya pun memutuskan bercerai dengan istri mata duitannya tersebut.

“Jadi, harus nabung kalau pengin gituan. Kalau belum bisa bayar, ya kadang saya cicil. Utang dulu. Tapi, lama kelamaan, saya tidak sanggup lagi,” imbuhnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)