Home » News » Tahun 2016, Bayi yang Baru Lahir akan Langsung Mendapat KTP

Tahun 2016, Bayi yang Baru Lahir akan Langsung Mendapat KTP



Surabaya – Belum lama ini, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, mengumumkan sebuah kebijakan yang sedikit mengejutkan. Zudan mengatakan bahwa anak-anak kelahiran Indonesia yang berusia 0 hingga 17 tahun akan diberikan kartu tanda penduduk (KTP).
Tahun 2016, Bayi yang Baru Lahir akan Langsung Mendapat KTP
“Ke depan, anak-anak yang baru lahir memiliki akta kelahiran dan KTP,” ungkap Zudan saat ditemui wartawan di sela-sela acara pembukaan Rakernas Pencatatan Sipil 2015, Surabaya, Selasa (6/10/2015) malam.

Menurut Zudan, pemberian KTP kepada anak-anak merupakan sebuah langkah pemenuhan hak konstitusional serta berfungsi pula untuk mengurus sejumlah keperluan pribadi dari sang anak, seperti misalnya mendaftar sekolah, mendaftar di Puskesmas, dan menabung di bank.

“Sekarang ini anak masih harus memperlihatkan kartu keluarga untuk mengurus semuanya, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), mengurus ke Puskesmas dan sejumlah contoh lain,” ujar Zudan.

KTP anak tersebut akan mulai diberlakukan pada tahun 2016 mendatang untuk wilayah kabupaten/kota yang memiliki angka kepemilikan akta kelahiran anak di atas 75 persen. Baru pada tahun 2017, program ini akan diberlakukan secara merata di seluruh wilayah di Indonesia.

Secara teknis, KTP anak tersebut akan memuat informasi mengenai nama anak, alamat, nama orang tua, nomor kartu penduduk, dan beberapa data lainnya. KTP anak ini pun hanya akan berupa kartu biasa dan belum elemen elektronik yang terpasang di dalamnya.

“Bentuk KTP-nya masih biasa, belum KTP elektronik. Nanti setelah usia 18 tahun ke atas, baru wajib perekaman,” tambah Zudan. (Deni Suroyo – sisidunia.com)