sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kejagung Sering Ditipu Koruptor, Bangun Rumah Sakit Sendiri

Kejagung Sering Ditipu Koruptor, Bangun Rumah Sakit Sendiri



Jakarta – Belum lama ini, Jaksa Agung HM Prasetyo, mengeluh kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bahwa instansinya sering ditipu oleh para pelaku tindak pidana korupsi. Penipuan yang dimaksud adalah mengenai kondisi kesehatan para koruptor tersebut ketika menghadapi persidangan.
Kejagung Sering Ditipu Koruptor, Segera Bangun Rumah Sakit Sendiri
Untuk mengatasi masalah yang satu ini, Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akan membangun Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa, Ceger, Jawa Timur. Rumah sakit ini adalah yang pertama dimiliki oleh Kejaksaan Agung. Nantinya, para tersangka tindak pidana korupsi yang sakit akan dirawat di rumah sakit ini.

“Awal berdirinya rumah sakit ini memang dilandasi pemikiran bahwa kejaksaan sering ditipu. Kami sering jadi korban penipuan ketika menangani pelaku tindak pidana korupsi yang dengan mudahnya mengatakan sakit ketika diproses hukum,” ungkap Prasetyo ketika menghadiri perayaan HUT RSU Adhyaksa yang pertama, Selasa (6/10/2015).


Baca juga

Kini Giliran RA yang Minta Bantuan Tyas Mirasih dan Shinta Bachir di Persidangan Prostitusi Artis

Kala itu, Kejaksaan Agung belum memiliki rumah sakitnya sendiri, sehingga pengawasan terhadap pergerakan tersangka pun menjadi sangat terbatas. Dengan dirawat di rumah sakit ini, maka akan diketahui apakah si tersangka tadi benar-benar sakit atau tidak.

“Dulu pas kami tidak punya rumah sakit, akhirnya para koruptor pergi ke luar negeri dengan alasan berobat dan tidak kembali lagi. Hal itu jadi satu pelajaran buat kami,” kenang Prasetyo.

Pada acara yang sama, Ahok juga mengatakan bahwa dengan dioperasikannya RSU Adhyaksa, maka tidak ada alasan lagi bagi para tersangka tindak pidana untuk menghindari proses hukum.

“Napi-napi yang top enggak boleh alasan ke (Rumah Sakit) Pondok Indah lagi buat istirahat,” ujar Ahok sambil tertawa. (Deni Suroyo – sisidunia.com)