Home » Gaya Hidup » Inilah Keistimewaan Anak Autis yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Inilah Keistimewaan Anak Autis yang Jarang Diketahui Banyak Orang



Jakarta – Orang tua mungkin akan bersedih jika menyadari kenyataan bahwa buah hatinya mengalami autisme. Namun demikian, kesedihan tersebut jangan dibiarkan terlalu lama, sebab, anak autis ternyata memiliki kelebihan yang bisa membuatnya lebih mandiri.
Inilah Keistimewaan Anak Autis yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Anak autis memiliki kelebihan memori visual yang sangat kuat. Mereka lebih mudah mengerti dan mengingat sesuatu berupa gambaran visual ketimbang hanya berupa omongan, atau dengan kata lain, auditori (mendengar). Dengan kemampuan visual yang di atas rata-rata anak normal tersebut, anak autis justru bisa lebih mudah bersosialisasi.

Kelebihan visual ini harus bisa dimaksimalkan oleh orang tua untuk membekali diri anak autis agar menjadi lebih mandiri. Tentu, caranya adalah dengan memberikan contoh dan teladan yang baik kepada sang anak.

Sebagai contoh, jika orang tua ingin memberitahu bahwa membuang sampah tidak boleh sembarangan, maka anak harus ditunjukkan gambar orang yang sedang buang sampah sembarangan yang disampingnya diberi tanda silang. Lalu, berikan gambar orang yang membuang sampah di tempat sampah dan beri tanda contreng.

Contoh lainnya, ketika ingin mengajak anak autis untuk pergi jalan-jalan, misalkan ke Mall, maka beberapa hari ke belakang perlihatkanlah gambar/foto dari mall dan berbagai hal di dalamnya. Hal ini juga berlaku untuk tempat-tempat lain yang biasa dikunjungi oleh banyak orang.

Contoh-contoh langkah di atas harus dilakukan berkali-kali agar benar-benar diingat dan dipahami oleh sang anak.


Baca juga

Mengungkap Mitos Kekuatan dan Daya Magis Batu Ruby

Hanya Dengan Make Up, Payudara Bisa Jadi Lebih Besar

Gayatri Pamoedji, seorang pendiri MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia), mengatakan, “Jika orangtua tahu cara mengajarkan anak autis, maka hal ini akan menjadi salah satu hal yang menarik.”

Mengajarkan anak autis untuk mandiri memang tidak akan semudah mengajarkan kepada anak normal. Namun demikian, orang tua harus sabar, mengajarkan sedini mungkin, dan dimulai dari kehidupan sehari-hari.

“Kemandirian ini bisa dimulai dari kehidupan sehari-hari si anak seperti bisa mengerti perintah sederhana, melakukan segala sesuatunya sendiri hingga nanti anak tumbuh menjadi dewasa dan diharapkan nantinya mereka bisa memiliki penghasilan sendiri,” ujar ibu yang memiliki anak autis, dan sekarang berdomisili di Australia tersebut.

Satu hal yang perlu dipegang oleh orang tua adalah anak autis bukanlah anak yang tidak bisa diajari. Mereka hanya memiliki caranya sendiri dalam berpikir, dan hal inilah yang perlu dieksplor oleh orang tua demi perkembangan si anak. (Deni Suroyo – sisidunia.com)